Infografik: Bangun Kembali Sumatera Lewat Program Padat Karya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jan 2026, 12:04
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Rehabilitasi usai bencana banjir dan longsor di Sumatera turut dilakukan melalui program padat karya yang melibatkan masyarakat terdampak. Langkah ini guna mempercepat pemulihan di bidang sosial dan ekonomi. Rehabilitasi usai bencana banjir dan longsor di Sumatera turut dilakukan melalui program padat karya yang melibatkan masyarakat terdampak. Langkah ini guna mempercepat pemulihan di bidang sosial dan ekonomi. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah membangun kembali wilayah Sumatera pascabencana banjir dan longsor melalui program padat karya yang melibatkan masyarakat terdampak secara langsung. Program ini difokuskan untuk mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi, sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi warga yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum (PU) per 20 Januari 2026, program padat karya tersebut melibatkan sebanyak 44.954 tenaga kerja lokal. Para pekerja menerima upah harian berkisar Rp125.000 hingga Rp140.000 yang pada tahap awal diberikan secara tunai dan selanjutnya dialihkan melalui sistem perbankan. Pekerjaan yang dilakukan meliputi pembersihan material sisa bencana di fasilitas publik dan permukiman, penataan saluran drainase, hingga perbaikan ringan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan sarana sanitasi.

Baca Juga: Kementerian PU Ajukan Rp13 Triliun Untuk Rekonstruksi Infrastruktur Sumbar

Kementerian PU juga mencatat sejumlah infrastruktur padat karya terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Infrastruktur tersebut mencakup instalasi pengolahan air, sistem penyediaan air minum, sanitasi berbasis masyarakat, hingga program pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah. Aceh menjadi daerah dengan jumlah kegiatan terbanyak, khususnya pada sektor sanitasi dan penyediaan air minum.

Menteri Pekerjaan Umum Doddy Hanggono menegaskan seluruh proses pemulihan dilakukan secara cepat dengan dukungan lintas sektor. “Tugas kita salah satunya bersih-bersih, dan itu kita kerjakan 24 jam, didukung penuh oleh TNI, Polri, dan masyarakat melalui pola padat karya. Kita harus bergerak cepat supaya perekonomian segera bergulir lagi,” ujarnya.

Baca Juga: Kemenhut Siapkan Ribuan Hektare Lahan Relokasi Korban Banjir di Aceh dan Sumatera

Berikut Infografiknya: 

Rehabilitasi usai bencana banjir dan longsor di Sumatera turut dilakukan melalui program padat karya yang melibatkan masyarakat terdampak. Langkah ini guna mempercepat pemulihan di bidang sosial dan ekonomi. <b>(Antara)</b> Rehabilitasi usai bencana banjir dan longsor di Sumatera turut dilakukan melalui program padat karya yang melibatkan masyarakat terdampak. Langkah ini guna mempercepat pemulihan di bidang sosial dan ekonomi. (Antara)

x|close