Ntvnews.id, Jakarta - Seorang mahasiswi di Surabaya nekat melakukan penganiayaan berat terhadap pacarnya sendiri yang juga berstatus mahasiswa. Aksi kekerasan tersebut berujung penusukan dan membuat korban harus mendapatkan perawatan medis. Pelaku kini telah diamankan polisi.
Peristiwa itu terjadi pada Senin malam, 26 Januari, sekitar pukul 21.00 WIB. Lokasi kejadian berada di kawasan permukiman Jalan Ketintang PTT Gang V, Kecamatan Gayungan, Surabaya.
"Lokasinyanya di Jalan Ketintang PTT Gang V Kecamatan Gayungan Surabaya," kata Kapolsek Gayungan Kompol Edo Damara Yudha, Rabu, 27 Januari 2026.
Pelaku diketahui berinisial A (21), seorang mahasiswi, sementara korban berinisial Z (21). Keduanya merupakan pasangan kekasih. Dalam kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka akibat pemukulan dan senjata tajam.
"Korban itu ada luka benda tumpul di kepala. Kemudian ada luka akibat pisau di lengan kiri atas," terang Edo.
Baca Juga: Evakuasi Korban Longsor di Cisarua Terus Dilanjutkan
Menurut keterangan polisi, penganiayaan dilakukan secara berulang. Pelaku memukul korban beberapa kali menggunakan benda tumpul sebelum akhirnya melukai korban dengan pisau yang sebelumnya dibeli sendiri oleh pelaku.
Senjata tajam tersebut tidak menancap, namun menyebabkan luka cukup serius pada lengan kiri korban. Luka yang ditimbulkan berupa goresan sepanjang sekitar lima sentimeter akibat robekan.
"Kalau pemukulan ada 2 luka ini, dua luka benda tumpul," ujarnya.
Aksi kekerasan yang dilakukan mahasiswi tersebut sempat menggegerkan warga sekitar lokasi kejadian. Setelah kejadian, korban segera dievakuasi dan dilarikan ke RS Bhakti Rahayu Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, pelaku langsung diamankan pihak kepolisian dan dibawa ke Mapolsek Gayungan. Hingga saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut.
Baca Juga: Bank Syariah Indonesia Resmi Jadi BUMN Usai Kantongi Status Persero
"Sampai saat ini, terduga pelaku masih kami amankan di Mako Polsek Gayungan, Mas," tuturnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, motif pelaku melakukan penganiayaan dan penusukan dipicu oleh rasa sakit hati. Pelaku merasa dikhianati setelah mengetahui korban berselingkuh.
"Nah, kemudian saat pelaku sampai di tempat tinggal korban, ternyata korban tidak ada di tempat. Nah, kemudian saat korban kembali, langsung diinterogasi, HP-nya korban diambil sama pelaku (A), kemudian diinterogasi dan akhirnya ditemukan chat," ujarnya.
Setelah pesan percakapan tersebut ditemukan, korban akhirnya mengakui telah pergi bersama perempuan lain, meski sebelumnya mengaku sedang sakit. Pengakuan itulah yang memicu emosi pelaku hingga berujung pada tindakan kekerasan.
"Kemudian setelah ditemukan chat, korban mengaku bahwasanya habis jalan dengan teman wanita. Dan setelah itu dari pelaku langsung emosi," imbuh dia.
Mahasiswi Tusuk Pacar Gegara Selingkuh di Surabaya (Instagram)