Ntvnews.id, Taheran - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengarahkan Komisi Kebijakan Keamanan dan Luar Negeri Nasional Parlemen Iran untuk menindaklanjuti rencana pengusiran atase militer Eropa dari wilayah Iran.
Dilansir dari Al Arabiya, Seninl 2 Februari 2026, arahan tersebut disampaikan dalam sidang terbuka Parlemen Iran pada Ahad sebagai respons atas keputusan Uni Eropa (EU) yang menetapkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi teroris pada awal pekan ini.
Dalam forum itu, anggota parlemen yang juga ulama asal Teheran, Alireza Salimi, mendesak agar atase militer yang bertugas di kedutaan besar negara-negara Eropa di Teheran segera dikeluarkan dari Iran.
Salimi menyatakan bahwa atase militer Eropa merupakan "teroris" karena angkatan bersenjata negara asal mereka telah lebih dulu diklasifikasikan sebagai entitas teroris.
Baca Juga: Negosiasi Iran-AS Dimulai, Trump Masih Tutup-tutupi Strategi
Berdasarkan Undang-Undang Aksi Strategis yang telah disahkan Parlemen Iran, lanjutnya, atase militer dari negara-negara Eropa tersebut harus segera diusir dari Iran.
"Mereka semua kini adalah teroris, dan mengizinkan mereka untuk tetap di negara ini adalah pelanggaran hukum," kata Salimi, sembari mendesak Kementerian Luar Negeri Iran untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.
Menanggapi pernyataan itu, Ghalibaf kemudian menginstruksikan Komisi Kebijakan Keamanan dan Luar Negeri Parlemen Iran untuk mengambil langkah lanjutan serta melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Iran.
Bendera Iran ((Antara))