Ntvnews.id, Jakarta - Serangan terhadap kapal komersial kembali terjadi di kawasan Teluk di tengah memanasnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Sedikitnya lima kapal dilaporkan terkena serangan proyektil saat berlayar di sekitar Selat Hormuz dan perairan Teluk pada Rabu (11/3/2026).
Dua kapal tanker yang berada di perairan Irak terbakar setelah diserang pada malam hari. Insiden tersebut menewaskan seorang awak kapal. Sementara itu, tiga kapal lainnya juga dilaporkan terkena proyektil di wilayah Teluk, menurut perusahaan pelabuhan, keamanan maritim, dan manajemen risiko.
Serangan terbaru ini menambah jumlah kapal yang menjadi sasaran sejak konflik bersenjata di kawasan tersebut dimulai. Kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat dan Eropa dilaporkan menjadi target utama.
Dua kapal tanker yang terbakar adalah Safesea Vishnu berbendera Kepulauan Marshall dan Zefyros berbendera Malta. Kedua kapal tersebut sebelumnya memuat kargo bahan bakar di Irak. Dua pejabat pelabuhan Irak menyebutkan bahwa serangan terjadi saat kedua kapal berada di area pemuatan kapal ke kapal di dalam perairan teritorial Irak.
Baca Juga: RUU PPRT Inisiatif DPR, Puan Sebut ART Nanti Setara Majikan
Organisasi Negara Irak untuk Pemasaran Minyak (SOMO) mengatakan Safesea Vishnu disewa oleh sebuah perusahaan Irak yang bekerja berdasarkan kontrak dengan SOMO. Sementara itu, Zefyros membawa muatan kondensat dari Perusahaan Gas Basra.
Setelah insiden tersebut, seluruh pelabuhan minyak Irak menghentikan operasinya. Kantor berita negara Irak mengutip kepala Perusahaan Umum Pelabuhan Irak (GCPI) yang menyatakan bahwa penghentian operasi hanya berlaku untuk pelabuhan minyak, sementara pelabuhan komersial tetap berfungsi.
Selain dua tanker tersebut, tiga kapal lain juga terkena serangan proyektil pada hari yang sama. Kapal pertama adalah Mayuree Naree, kapal kargo curah kering berbendera Thailand. Kapal tersebut dihantam dua proyektil saat melintasi Selat Hormuz pada Rabu pagi, yang memicu kebakaran dan merusak ruang mesin.
Baca Juga: Perang Iran vs AS-Israel Memanas, IEA Banjiri 400 Juta Barel Minyak ke Pasar
“Tiga awak kapal dilaporkan hilang dan diyakini terjebak di ruang mesin. Perusahaan sedang bekerja sama dengan pihak berwenang terkait untuk menyelamatkan ketiga awak kapal yang hilang ini,” jelas Operator kapal yang berbasis di Thailand, Precious Shipping.
Precious Shipping juga menyebutkan bahwa 20 awak kapal lainnya telah dievakuasi dengan selamat dan kini berada di darat di Oman.
Kapal lain yang mengalami kerusakan adalah kapal kontainer berbendera Jepang ONE Majesty, yang terkena proyektil tidak dikenal sekitar 46 kilometer barat laut Ras Al Khaimah di Uni Emirat Arab.
Sementara itu, kapal pengangkut curah berbendera Kepulauan Marshall Star Gwyneth juga dilaporkan terkena proyektil sekitar 50 mil laut atau sekitar 92,6 kilometer barat laut Dubai.
Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya telah memperingatkan bahwa kapal yang melintasi Selat Hormuz berpotensi menjadi sasaran. Dalam pernyataan yang dimuat kantor berita Tasnim, IRGC menyebut kapal Mayuree Naree “ditembak oleh pejuang Iran.”
Kapal Kargo Thailand Diserang Rudal Iran (Threads)