Trump Umumkan Pembukaan Kembali Wilayah Udara Venezuela bagi Penerbangan AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Feb 2026, 07:18
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Pesawat Ilustrasi Pesawat (Pixabay)

Ntvnews.id, Washington D.C - Maskapai penerbangan Amerika Serikat sempat menghentikan seluruh rute penerbangan menuju Venezuela pada 2019. Namun, setelah berada di bawah kendali Amerika Serikat, penerbangan komersial ke negara tersebut kembali dibuka.

Dilansir dari Euronews, Senin, 2 Februari 2026, Presiden AS Donald Trumpmenyatakan telah menyampaikan kepada penjabat presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, bahwa seluruh wilayah udara komersial di atas Venezuela akan kembali dibuka dan warga Amerika Serikat segera dapat melakukan perjalanan ke sana.

Trump menuturkan dirinya telah menginstruksikan Menteri Transportasi Sean Duffy serta para pemimpin militer AS untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna membuka kembali wilayah udara untuk perjalanan komersial pada hari yang sama.

“Warga Amerika akan segera dapat pergi ke Venezuela dan mereka akan aman di sana,” ujar Presiden Trump.

Hingga pernyataan tersebut disampaikan, pemerintah Venezuela belum memberikan tanggapan resmi.

Baca Juga: Fakta Mengerikan Pesawat Satena Jatuh di Pegunungan, Anggota DPR Ikut Tewas

American Airlines tercatat sebagai maskapai AS terakhir yang masih melayani penerbangan ke Venezuela sebelum akhirnya menghentikan operasinya pada 2019, termasuk rute Miami–Caracas dan penerbangan ke kota pusat industri minyak, Maracaibo.

Maskapai itu menyampaikan pada Kamis bahwa rincian lebih lanjut mengenai kembalinya layanan penerbangan akan diumumkan dalam beberapa bulan mendatang, seiring koordinasi dengan otoritas federal terkait penilaian keamanan serta perizinan yang diperlukan.

“Kami memiliki sejarah lebih dari 30 tahun menghubungkan warga Venezuela dengan AS dan kami siap untuk memperbarui hubungan yang luar biasa itu,” kata Nat Pieper, kepala petugas komersial American Airlines, dalam pernyataannya.

“Dengan memulai kembali layanan ke Venezuela, American akan menawarkan pelanggan kesempatan untuk bersatu kembali dengan keluarga dan menciptakan bisnis dan perdagangan baru dengan Amerika Serikat.”

Pesawat TNI AL yang mengalami kecelakaan.  <b>(Dok. )</b> Pesawat TNI AL yang mengalami kecelakaan. (Dok. )

Sebelumnya, maskapai-maskapai AS menghentikan penerbangan ke Venezuela sebelum Departemen Keamanan Dalam Negeri AS memberlakukan penangguhan tanpa batas waktu pada 2019. Kebijakan itu diambil dengan alasan kondisi di Venezuela dinilai membahayakan keselamatan dan keamanan penumpang, pesawat, serta awak.

Pada November lalu, Trump meningkatkan tekanan politik terhadap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dengan menyatakan bahwa wilayah udara di atas dan sekitar Venezuela harus dianggap sepenuhnya tertutup.

Administrasi Penerbangan Federal (FAA), yang memiliki kewenangan atas wilayah udara AS dan sekitarnya, sempat mengingatkan para pilot untuk berhati-hati saat melintasi wilayah udara Venezuela akibat meningkatnya aktivitas militer.

Baca Juga: Kemenhub: Pesawat Smart Air Kecelakaan karena Gangguan Mesin

Setelah peringatan FAA tersebut, sejumlah maskapai internasional mulai membatalkan penerbangan menuju Venezuela.

FAA juga sempat mengeluarkan peringatan serupa selama 60 hari pada Januari, yang meminta operator pesawat AS lebih waspada saat terbang di atas Samudra Pasifik bagian timur dekat Meksiko, Amerika Tengah, dan sebagian Amerika Selatan.

Peringatan itu dikeluarkan menyusul penangkapan Maduro, di tengah ancaman AS untuk melanjutkan operasi militer terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba di kawasan tersebut.

Pada Kamis, FAA menyatakan telah mencabut empat Pemberitahuan kepada Penerbang (NOTAM) untuk wilayah tersebut yang sebelumnya dikeluarkan sebagai langkah pencegahan dan dinilai tidak lagi diperlukan.

“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami, dan kami berharap dapat memfasilitasi kembalinya perjalanan reguler antara AS dan Venezuela,” demikian pernyataan FAA.

x|close