Kapal Nelayan Meledak di Pelabuhan Paotere, 8 ABK Alami Luka-Luka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Feb 2026, 15:52
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Sejumlah polisi mengamankan lokasi insiden ledakan kapal nelayan KM Risnawati Indah di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 3 Februari 2026.  ANTARA/HO-Dokumentasi Polres Pelabuhan Makassar Sejumlah polisi mengamankan lokasi insiden ledakan kapal nelayan KM Risnawati Indah di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 3 Februari 2026. ANTARA/HO-Dokumentasi Polres Pelabuhan Makassar (Antara)

Ntvnews.id, Makassar - Kapal nelayan KM Risnawati Indah mengalami ledakan saat hendak berlabuh di kawasan tanggul Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, yang mengakibatkan delapan orang awak kapal mengalami luka-luka.

Kasubsipenmas Polres Pelabuhan Makassar Aipda Adil membenarkan peristiwa tersebut dan menyebutkan bahwa penyebab ledakan masih dalam tahap penyelidikan aparat kepolisian.

"Benar, terjadi kecelakaan, ada ledakan. Hingga saat ini penyebab pasti ledakan masih dalam proses penyelidikan," ujar Kasubsipenmas Polres Pelabuhan Makassar, Aipda Adil, di Makassar, Selasa, 3 Januari 2026.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 3 Januari 2026, sekitar pukul 04.30 WITA, saat kapal hendak memasuki area Pelabuhan Paotere untuk membongkar hasil tangkapan ikan sebelum didistribusikan ke Tempat Pelelangan Ikan Paotere.

Baca Juga: Kapal Meledak di Perairan Lamongan, 2 Orang Tewas

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun petugas, kejadian bermula ketika salah seorang anak buah kapal (ABK) bernama Sija alias Bayong menyalakan mesin kapal yang digunakan sebagai sumber penerangan. Pada saat bersamaan, muncul cahaya atau kilatan dari bagian depan kapal yang kemudian merambat ke area mesin.

Tak lama setelah itu, ledakan terjadi dan membuat seluruh awak kapal panik hingga melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Akibat kejadian tersebut, nakhoda kapal bersama sejumlah ABK mengalami luka dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda dan langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Data korban luka meliputi Daeng Ewa selaku juragan kapal, Daeng Lantik yang mengalami patah kaki kiri, Aldi mengalami luka pada bagian wajah, Daeng Nggitung luka pada wajah, serta Rahmat selaku buruh angkut yang mengalami luka pada kaki kiri.

Selain itu, Daeng Rani mengalami luka pada wajah dan pergelangan tangan kanan, Putra mengalami luka bakar pada bagian punggung, serta Daeng Tangga mengalami luka pada lengan kiri dan kaki kanan. Sementara itu, Sija alias Baygong dan Sampara Jarung Daeng Tujuh dilaporkan tidak mengalami luka.

Baca Juga: Gulkarmat Kerahkan 45 Personel Padamkan Kapal Terbakar di Muara Angke

Pasca-kejadian, tim Inafis Polres Pelabuhan Makassar bersama Ditpolairud Polda Sulawesi Selatan mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan lanjutan.

"Langkah ini dilakukan guna memastikan penyebab pasti terjadinya ledakan, sekaligus mengamankan barang bukti dan mengumpulkan keterangan para saksi," kata Iptu Adil.

Pihak kepolisian juga mengimbau para nelayan serta pengguna jasa pelabuhan untuk selalu mengutamakan keselamatan kerja, terutama dalam pengoperasian mesin dan peralatan kapal, sambil menunggu hasil resmi penyelidikan untuk memastikan penyebab insiden tersebut.

(Sumber: Antara) 

x|close