A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Indonesia Miliki Peluang Keluar dari Board of Peace, Jika... - Ntvnews.id

Indonesia Miliki Peluang Keluar dari Board of Peace, Jika...

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Feb 2026, 00:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri Sugiono Menteri Luar Negeri Sugiono (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) tetap berada dalam koridor kepentingan nasional dan aspirasi perjuangan Palestina. Hal itu disampaikan usai Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan pimpinan dan tokoh ormas Islam di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.

Lebih lanjut, soal Presiden membuka peluang bagi Indonesia untuk keluar dari Board of Peace apabila tidak sejalan dengan aspirasi nasional, Sugiono menekankan bahwa tujuan utama Indonesia tetap jelas.

"Ya kalau memang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, pertama situasi damai di Gaza sekarang pada khususnya kemudian situasi damai di Palestina pada umumnya dan akhirnya nanti adalah kemerdekaan dan kedaulatan Palestina,” kata Sugiono.

Baca Juga: Indonesia Siap Tarik Diri dari Board of Peace Jika Tak Membawa Kebaikan bagi Palestina

Ia menegaskan bahwa seluruh langkah diplomasi Indonesia diarahkan pada capaian tersebut.

"Saya kira itu trajektori yang kita ingin capai, yang kita lihat, saya kira koridor-koridornya ada disitu,” ujarnya.

Terkait masih berlangsungnya serangan Israel ke Gaza, Sugiono menyatakan bahwa kondisi tersebut tidak serta-merta mempengaruhi posisi Indonesia di dalam Board of Peace, namun tetap menjadi perhatian serius.

"Bukan, jadi kita harus, jadi ini kan situasinya masih rapuh, kemudian kita juga tahu posisioning masing-masing negara yang tergabung di dalam board of Peace ini juga masih dalam artian berbicara mengenai hal-hal yang sifatnya lebih rinci,” jelasnya.

Ia menambahkan, negara-negara yang tergabung dalam kelompok delapan negara dengan mayoritas penduduk Muslim telah sepakat menyikapi situasi tersebut secara kolektif.

Menteri Luar Negeri Sugiono <b>(NTVnews)</b> Menteri Luar Negeri Sugiono (NTVnews)

"Dan tentu saja terkait dengan serangan tersebut kita semua khususnya negara-negara yang tergabung di dalam group of New York ini yang delapan negara dengan mayoritas penduduk Islam, Muslim terbesar itu sepakat untuk mengeluarkan joint statement bersama yang sifatnya mengecam dan menyatakan bahwa hal tersebut itu bisa mencederai proses yang sedang terjadi,” kata Sugiono.

Menurutnya, negara-negara tersebut juga mendesak semua pihak untuk menghormati kesepakatan yang telah dibangun bersama.

"Kita minta semua pihak untuk sama-sama menghormati karena ini kesepakatan yang sudah kita lakukan bersama,” ujarnya.

Sugiono menekankan pentingnya sikap rasional dan tidak emosional dalam menyikapi setiap perkembangan konflik.

"Menuntut tanggung jawab dari semuanya, dari semua pihak dan saya kira situasi demi situasi ataupun kasus demi kasus yang kita lihat itu memerlukan suatu penilaian dan penanganan yang dingin, tidak emosional dengan tetap berpegangan pada tujuan akhir tercapai,” tutupnya.

x|close