Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah unggahan di Facebook beredar dengan narasi yang menyebut Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berniat menjadikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai presiden pada tahun depan. Unggahan tersebut memuat klaim berupa percakapan yang digambarkan seolah-olah terjadi antara keduanya.
Dalam narasi yang disebarkan, Prabowo diklaim menawarkan jabatan presiden kepada Purbaya dan menyatakan kesediaannya untuk mundur dari jabatan kepala negara apabila tawaran tersebut diterima. Sementara itu, Purbaya disebut menolak dengan alasan kekhawatiran terhadap stabilitas keuangan negara jika ia meninggalkan posisi Menteri Keuangan.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Bikin geger jagat maya!! PR4BOWO ingin PURB4YA jadi PR3SIDEN tahun depan, PURB4B4YA mala menolak??
PR4BOWO: PURB4YA!! Apakah kamu gak tertarik jadi PR3SIDEN?? Kalo kamu maju saya rela mundur pur..
PURB4YA: Ngga dulu pak, saya m4kasih atas tawarannya, bukannya saya ngga mau, aku lebih kawatir. Kalo nanti saya keluar dari kursi menkeu takut keuang4n KOC4R-K4CIR lagi seperti dulu
Kalo menurut kalian gimana, pak purb4ya lebih cocok jadi PR3siden apa menkeu???”
Baca Juga: Purbaya Ungkap Iuran Dewan Perdamaian Rp17 T Diambil dari Anggaran Kemhan
Unggahan yang menarasikan Prabowo ingin jadikan Purbaya sebagai presiden. Faktanya, tidak ditemukan pernyataan resmi maupun pemberitaan kredibel yang menyebutkan bahwa Prabowo berencana menjadikan Purbaya sebagai presiden atau akan mengundurkan diri dari jabatannya. (Facebook) (Antara)
Baca Juga: Purbaya Nilai Goncangan IHSG Wajar: Tidak Perlu Khawatir
Namun, setelah dilakukan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi maupun pemberitaan dari media kredibel yang menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki rencana menjadikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai presiden atau akan mengundurkan diri dari jabatannya.
Sebaliknya, Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah sebagai kepala negara sesuai mandat yang diberikan. Tidak ada dasar fakta yang mendukung narasi percakapan sebagaimana beredar di media sosial.
Dengan demikian, klaim yang menyebut Prabowo ingin menjadikan Purbaya sebagai presiden pada tahun depan merupakan informasi tidak benar atau hoaks.
(Sumber: Antara)
Arsip - Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) didampingi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri), Menhan Sjafrie Sjamsoeddin (kanan) dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (kedua kiri) saat menghadiri penyerahan uang pengganti kerugian negara hasil korupsi minyak kelapa sawit (CPO) di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin, 20 Oktober 2025. Kejaksaan Agung menyerahkan uang pengganti kerugian negara senilai Rp13,2 triliun kepada negara dari hasil tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor CPO dan turunannya. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU/pri. (Antara)