A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Fakta-fakta Mengejutkan dalam Dokumen Jeffrey Epstein, Ada Nama Bill Clinton, Trump hingga Michael Jakcson - Ntvnews.id

Fakta-fakta Mengejutkan dalam Dokumen Jeffrey Epstein, Ada Nama Bill Clinton, Trump hingga Michael Jakcson

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Feb 2026, 00:10
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
berkas-berkas Epstein. berkas-berkas Epstein. (BBC)

Ntvnews.id, Jakarta - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (Department of Justice/DoJ) mulai merilis sejumlah berkas terkait Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual yang telah meninggal dunia.

Rilis tersebut mencakup foto, video, serta dokumen penyelidikan yang selama ini dinantikan publik setelah Kongres AS mengesahkan undang-undang yang mewajibkan pelepasan seluruh berkas paling lambat 19 Desember 2025.

Namun, proses rilis itu menuai kritik tajam dari sejumlah anggota Kongres. Mereka menilai DoJ tidak memenuhi kewajiban hukumnya setelah menyatakan belum dapat merilis seluruh dokumen sesuai tenggat waktu.

Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche mengungkapkan bahwa masih terdapat “beberapa ratus ribu” halaman dokumen yang sedang dalam tahap peninjauan dan belum dipublikasikan.

Sejumlah berkas yang telah dirilis juga diketahui mengalami penyuntingan signifikan. Padahal, undang-undang hanya memperbolehkan penyuntingan untuk melindungi identitas korban Epstein serta informasi yang berkaitan dengan penyelidikan kriminal aktif. Kondisi ini memicu pertanyaan publik mengenai transparansi DoJ.

Meski begitu, rilis awal telah menampilkan banyak nama dan wajah figur publik terkenal. Disebutkan atau ditampilkannya nama-nama tersebut dalam dokumen tidak otomatis menunjukkan kesalahan. Sejumlah pihak yang tercantum dalam berkas juga secara tegas membantah keterlibatan dalam kejahatan Epstein.

Baca Juga: Rilis Dokumen Kasus Epstein, Wakil Jaksa Agung AS Tegaskan Tak Lindungi Siapapun

Dilansir dari laman BBC, Rabu, 4 Februari 2026, di antara dokumen yang dipublikasikan terdapat email internal FBI pada 2019 yang menyebutkan 10 kemungkinan “rekan konspirator” Epstein. Email itu menyebutkan enam orang telah menerima panggilan pengadilan di berbagai wilayah, termasuk Florida, Boston, New York City, dan Connecticut. Empat panggilan lainnya disebut belum disampaikan, salah satunya kepada seorang “pengusaha kaya di Ohio”.

Email lanjutan kepada FBI New York mencantumkan sejumlah nama, meski sebagian besar telah disunting. Dua nama yang tidak disamarkan adalah Ghislaine Maxwell dan Wexner. Maxwell, yang dikenal sebagai kaki tangan Epstein, telah dijatuhi hukuman 20 tahun penjara pada 2022 atas kasus perdagangan seks anak. Sementara itu, email yang menyebut Wexner berbunyi, “Saya tidak tahu apakah Ohio menghubungi Wexner”, yang diduga merujuk pada Les Wexner, mantan CEO Victoria’s Secret.

Menanggapi rilis tersebut, pengacara Wexner menyatakan bahwa “jaksa AS yang bertanggung jawab atas penyelidikan Epstein pada saat itu menyatakan bahwa Tuan Wexner bukanlah rekan konspirator maupun target”.

Baca Juga: Jeffrey Epstein Masih Hidup? Postingan Petugas Penjara Bongkar Kejanggalan Sebelum Kematiannya

Mantan Presiden AS Bill Clinton.  <b>(BBC)</b> Mantan Presiden AS Bill Clinton. (BBC)

Sejumlah foto yang dirilis juga menampilkan mantan Presiden AS Bill Clinton. Clinton terlihat berenang di kolam renang serta berbaring di bak air panas dalam foto-foto yang diambil pada dekade 1990-an hingga awal 2000-an. Clinton sebelumnya membantah mengetahui kejahatan seksual Epstein dan tidak pernah dituduh oleh para korban.

Juru bicara Clinton, Angel Ureña, menanggapi rilis tersebut dengan menuduh DoJ melindungi “seseorang atau sesuatu”.

Ia menulis di media sosial, “Kami tidak tahu siapa, apa, atau mengapa. Tapi kami tahu ini: kami tidak membutuhkan perlindungan semacam itu.”

Ureña juga menegaskan, “Mereka bisa merilis sebanyak mungkin foto-foto buram yang berusia lebih dari 20 tahun, tapi ini bukan tentang Bill Clinton. Tidak pernah, dan tidak akan pernah.”

Dokumen lain menyebut nama Presiden AS saat ini, Donald Trump. Dalam dokumen pengadilan yang menjadi bagian rilis DoJ, disebutkan bahwa Epstein diduga memperkenalkan seorang gadis berusia 14 tahun kepada Trump di Mar-a-Lago pada era 1990-an.

Epstein disebut menyikut Trump dan berkata dengan nada bercanda, “Ini yang bagus, kan?”, yang direspons Trump dengan senyum dan anggukan. Gugatan tersebut tidak mengajukan tuduhan terhadap Trump.

Menanggapi hal itu, juru bicara Gedung Putih Abigail Jackson menyatakan pemerintahan Trump adalah “pemerintahan paling transparan dalam sejarah” dan telah “melakukan lebih banyak untuk korban daripada Demokrat pernah lakukan”. Trump sendiri secara konsisten membantah melakukan kesalahan apa pun terkait Epstein.

Baca Juga: Eks Dubes Inggris untuk AS Mundur dari Partai Buruh Usai Terseret Dokumen Epstein

Foto yang tampaknya menunjukkan Andrew Mountbatten-Windsor terbaring di atas lima orang, dengan wajah mereka telah disamarkan. <b>(BBC)</b> Foto yang tampaknya menunjukkan Andrew Mountbatten-Windsor terbaring di atas lima orang, dengan wajah mereka telah disamarkan. (BBC)

Dokumen lain mengungkap dugaan bahwa Trump terbang dengan pesawat pribadi Epstein setidaknya delapan kali antara 1993 hingga 1996. Seorang jaksa menulis bahwa catatan penerbangan baru “menunjukkan bahwa Donald Trump terbang dengan pesawat pribadi Epstein jauh lebih sering daripada yang dilaporkan sebelumnya (atau yang kami ketahui)”.

Rilis berkas juga memuat foto yang tampaknya menunjukkan Andrew Mountbatten-Windsor, sebelumnya dikenal sebagai Duke of York, bersama sejumlah orang dengan wajah disamarkan. Selain itu, terdapat email tahun 2001 dari seseorang berinisial “A” yang dikirim kepada Maxwell, menyebut dirinya berada di “Balmoral Summer Camp for the Royal Family”.

Sejumlah selebritas dunia juga muncul dalam foto-foto tersebut, termasuk Michael Jackson, Diana Ross, Chris Tucker, dan Mick Jagger. Tidak dijelaskan konteks pengambilan foto atau hubungan mereka dengan Epstein. BBC telah menghubungi pihak-pihak terkait untuk meminta tanggapan.

Baca Juga: Bill dan Hillary Clinton Siap Bersaksi di DPR AS Terkait Dokumen Epstein

Epstein bersama Michael Jackson.  <b>(BBC)</b> Epstein bersama Michael Jackson. (BBC)

Salah satu pelapor awal kasus Epstein, Maria Farmer, juga muncul dalam dokumen. Dalam laporan FBI tahun 1996, Farmer mengaku Epstein mencuri foto-foto pribadi saudara perempuannya yang masih di bawah umur dan mengancam, “Epstein kini mengancam (disamarkan) bahwa jika dia memberitahu siapa pun tentang foto-foto tersebut, dia akan membakar rumahnya.”

Setelah rilis dokumen, Farmer mengatakan, “Saya merasa terbebaskan,” setelah hampir 30 tahun menyimpan pengalamannya.

DoJ mengakui masih banyak materi yang belum dirilis. Lebih dari 550 halaman dari rilis awal pada 19 Desember 2025 sepenuhnya disunting. Todd Blanche menyatakan, “Sangat sederhana dan jelas. Undang-undang juga mewajibkan kami untuk melindungi korban.”

DoJ menegaskan rilis saat ini baru sebagian kecil dari keseluruhan dokumen. Blanche menyebut “beberapa ratus ribu halaman lagi” akan dirilis dalam beberapa minggu ke depan. Sementara itu, anggota Kongres AS dari Partai Demokrat Ro Khanna dan Republik Thomas Massie mengancam akan menempuh jalur hukum atas keterlambatan rilis tersebut.

x|close