BPS: Jumlah Penduduk Bekerja Naik Jadi 147,91 Juta, Pengangguran Turun 4,74 Persen

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Feb 2026, 15:16
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan paparan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026. ANTARA/Bayu Saputra Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan paparan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026. ANTARA/Bayu Saputra (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk bekerja di Indonesia pada November 2025 mencapai 147,91 juta orang, meningkat 1,37 juta orang dibandingkan Agustus 2025. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun 0,11 persen menjadi 4,74 persen.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026, menjelaskan peningkatan jumlah pekerja terjadi seiring bertambahnya angkatan kerja dan menurunnya jumlah pengangguran selama tiga bulan terakhir.

"Dengan demikian, tingkat pengangguran terbuka pada November 2025 tercatat sebesar 4,74 persen atau turun sekitar 0,11 persen," ujar Amalia.

Per November 2025, jumlah penduduk usia kerja tercatat 218,85 juta orang, naik 0,681 juta orang dibandingkan Agustus 2025. Dari jumlah tersebut, angkatan kerja mencapai 155,27 juta orang, bertambah 1,262 juta orang, sementara bukan angkatan kerja turun 0,58 juta orang menjadi 63,58 juta orang.

Baca Juga: BPS Catat Ekonomi Jakarta 2025 Tumbuh 5,21 Persen

Dari total angkatan kerja, 147,91 juta orang telah bekerja, sedangkan 7,35 juta orang masih menganggur, turun 0,109 juta orang dibandingkan Agustus 2025. Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) meningkat menjadi 70,95 persen, lebih tinggi dari Agustus 2025 yang sebesar 70,59 persen.

Amalia menambahkan, jumlah pekerja penuh waktu mencapai 100,49 juta orang, naik 1,85 juta orang. Sementara pekerja paruh waktu tercatat 35,8 juta orang dan setengah pengangguran 11,55 juta orang, keduanya mengalami penurunan.

Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, diikuti sektor perdagangan dan industri pengolahan.

"Hampir seluruh lapangan usaha mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja, kecuali aktivitas jasa lainnya dan pengadaan listrik, dan gas," kata Amalia.

Baca Juga: Pengumuman Loker! BPS Buka Lowongan Kerja 190 Ribu Petugas Sensus Ekonomi 2026

Sektor dengan kenaikan tenaga kerja tertinggi selama Agustus hingga November 2025 adalah akomodasi dan makanan minuman yang bertambah 0,381 juta orang, diikuti industri pengolahan naik 196 ribu orang dan perdagangan meningkat 168 ribu orang.

Berdasarkan status pekerjaan, 38,81 persen dari total penduduk bekerja berstatus buruh, karyawan, atau pegawai, kelompok ini juga mencatat penambahan terbesar sebanyak 625 ribu orang dalam tiga bulan terakhir.

"Jumlah penduduk bekerja dengan status berusaha sendiri mengalami penurunan yakni sebesar 0,68 juta orang," tambah Amalia.

(Sumber: Antara) 

x|close