Ntvnews.id, Jakarta - Direktur Utama (Dirut) PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin mengungkapkan, masalah pembayaran utang kereta cepat Jakarta–Bandung Whoosh sudah menemui solusi. Saat ini, tata laksananya tengah dirumuskan oleh pemerintah.
"Sudah, sudah beres kan? Waktu itu Presiden (Prabowo Subianto) sudah bilang. Sudah, sudah beres,” ujar Bobby usai rapat dengan Komisi XI DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 9 Februari 2026.
Menurut Bobby, saat ini pemerintah tengah membicarakan tata laksana pembayaran utang tersebut.
"Yang terpenting permasalahannya sudah selesai," ucapnya.
"Tata laksananya lagi dibicarakan pemerintah, sedang dirumuskan. Pokoknya sudah beres, selesai," imbuh Bobby.
Diketahui, penyelesaian utang proyek pembangunan Whoosh menjadi sorotan publik mengingat beban utang dari proyek itu mencapai Rp116 triliun.
Perihal masalah tersebut, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran menterinya untuk mencari skema terbaik menyelesaikan masalah utang, termasuk detail yang terkait dengan angka, dan skenario-skenario penyelesaian utang terbaik yang dapat ditempuh oleh pemerintah.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa upaya restrukturisasi keuangan proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) atau Whoosh masih membutuhkan proses dan waktu.
AHY menegaskan pemerintah saat ini memprioritaskan penyelesaian restrukturisasi keuangan sebelum melangkah ke tahap pengembangan lanjutan proyek kereta cepat ke wilayah lain.
Arsip foto - Kereta cepat Whoosh melintas di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis 31 juni 2025. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/bar/pri. (Antara)