Program Cek Kesehatan Gratis Jangkau 70 Juta Warga Sepanjang 2025

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Feb 2026, 14:38
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Deputi II Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Ghina Ghaliya memberikan keterangan kepada awak media setelah meninjau pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Kembangan, Jakarta Barat, Selasa, 10 Februari 2026. ANTARA/Risky Syukur. Deputi II Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Ghina Ghaliya memberikan keterangan kepada awak media setelah meninjau pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Kembangan, Jakarta Barat, Selasa, 10 Februari 2026. ANTARA/Risky Syukur. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Kementerian Kesehatan telah menjangkau partisipasi sekitar 70 juta warga Indonesia sepanjang tahun 2025.

"Alhamdulillah, sudah 70 juta orang setahun ini, per Desember 2025, yang memang sudah ikut CKG ini. Jadi, Alhamdulillah, sudah berjalan lancar," ujar Deputi II Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Ghina Ghaliya saat meninjau pelaksanaan CKG di Puskesmas Kembangan, Jakarta Barat, Selasa, 10 Februari 2026.

Menurut Ghina, Program CKG dirancang sebagai langkah pemerintah untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat secara luas dan berkelanjutan, khususnya dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular.

Meski jumlah peserta telah mencapai puluhan juta orang, ia mengakui tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin masih perlu ditingkatkan. Untuk itu, pemerintah akan mengoptimalkan pendekatan jemput bola agar layanan CKG lebih mudah diakses.

"Kita juga akan jemput bola, misalnya di tempat kerja, sekolah-sekolah, kantor pemerintahan, bahkan di mal juga sudah ada. Menurut saya, program ini sangat sayang untuk dilewatkan, minimal satu tahun sekali cek kesehatan," kata Ghina.

Baca Juga: Menkes: Mulai 2026, Pemerintah Masukkan Skrining Kusta dalam CKG

Ia menjelaskan, warga yang terdeteksi memiliki gangguan kesehatan saat pemeriksaan akan langsung mendapatkan penanganan atau dirujuk sesuai kebutuhan medis.

"Kalau ada yang butuh rujukan, langsung ditangani. Tadi ada pasien yang datang dengan hipertensi, langsung diperiksa, diberikan tata laksana, bahkan diperiksa rekam jantungnya (EKG). Jadi, datang ke sini, langsung ditangani," ujar Ghina.

Lebih lanjut, Ghina menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir soal persyaratan untuk mengikuti Program CKG karena prosedurnya dibuat sederhana dan mudah.

"Jadi, ayo daftar CKG, semuanya bener-bener gratis, tinggal menunjukkan KTP, bisa juga secara online lewat aplikasi SatuSehat, gampang, dan Alhamdulillah gratis," tutur Ghina.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi inovasi Puskesmas Kembangan yang memisahkan layanan CKG dengan layanan pengobatan umum guna menghindari antrean dan penumpukan pasien.

"Tadi saya lihat di sini bagus banget Puskesmasnya, dipisah unit yang menyelenggarakan CKG-nya supaya tidak padat. Inisiatif seperti ini bagus banget menurut saya," ungkap Ghina.

Baca Juga: Masalah Gigi dan Mata Jadi Faktor Terbanyak Dialami pada Anak Sekolah Saat Cek Kesehatan Gratis

(Sumber: Antara) 

x|close