BPS: 53,81 Kilometer Jalan di Jakarta Selatan Rusak Sejak 2024

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Feb 2026, 17:35
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kondisi jalan rusak di Jalan Wolter Monginsidi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 10 Februari 2026. ANTARA/Luthfia Miranda Putri. Kondisi jalan rusak di Jalan Wolter Monginsidi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 10 Februari 2026. ANTARA/Luthfia Miranda Putri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta Selatan mencatat sepanjang 53,81 kilometer jalan di wilayah Jakarta Selatan mengalami kerusakan sejak tahun 2024 dan membutuhkan penanganan guna menjamin keselamatan pengguna jalan.

"Berdasarkan kondisi jalan pada 2024, total 53,81 km mengalami kerusakan," kata Kepala BPS Jakarta Selatan Akhmad Fikri saat dihubungi di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.

Ia menjelaskan, dari total panjang jalan yang mencapai 1.999,82 kilometer, sebanyak 1.531,99 kilometer berada dalam kondisi baik dan 414,02 kilometer lainnya dalam kondisi sedang. Sementara itu, tidak ditemukan ruas jalan yang masuk kategori rusak berat.

"Panjang jalan di Jakarta Selatan pada 2024 tercatat mencapai 1.999,82 km, seluruhnya berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi," katanya.

Baca Juga: Dapat Laporan Warga, Kenneth Sidak Jalan Rusak di Flyover Pesing

Berdasarkan jenis permukaan, hampir seluruh ruas jalan di Jakarta Selatan telah dilapisi aspal. Kondisi ini mencerminkan peningkatan kualitas infrastruktur jalan meski masih terdapat sejumlah titik yang memerlukan perbaikan.

BPS menyebutkan bahwa data mengenai panjang dan kondisi jalan menjadi indikator penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta kelancaran aktivitas ekonomi di Jakarta Selatan. Kondisi jalan tersebut tercatat sama seperti pada tahun 2023, sehingga tidak menunjukkan adanya peningkatan maupun penurunan.

Sebagai contoh, kerusakan jalan berupa lubang masih ditemukan di Jalan Wolter Monginsidi. Dampaknya, kendaraan yang melintas harus mengurangi kecepatan demi menjaga keselamatan. Di beberapa titik, terlihat pasir yang digunakan untuk menutup lubang jalan serta permukaan jalan yang tidak rata.

Baca Juga: Kritik Jalan Rusak Berujung Intimidasi Warga, Wabup Garut Turun Langsung Minta Audit Desa

(Sumber: Antara) 

x|close