Ntvnews.id, Jakarta - Direktur Nusantara TV, Dimpos Tampubolon menegaskan bahwa isu keberlanjutan atau sustainability bukan lagi sekadar wacana lingkungan, melainkan telah menjadi strategi utama pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal itu disampaikan dalam pembukaan Nusantara Sustainability Trends Forum (Nature) 2026 di Nusantara Ballroom, Kamis 12 Februari 2026.
Dalam sambutannya, Dimpos menyebut Nature 2026 sebagai program flagship Nusantara TV yang kini memasuki tahun ketiga penyelenggaraan. Forum ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional, termasuk Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo.
“Dunia kini bergerak ke arah ekonomi hijau. Sustainability bukan lagi isu tambahan, ini adalah strategi ekonomi yang terintegrasi. Negara yang mampu menjaga stabilitas lingkungan dan mengelola risiko iklim dengan baik akan memiliki daya saing yang lebih kuat,” ujar Dimpos.
Ia menyoroti dampak nyata perubahan iklim yang kian dirasakan Indonesia. Banjir besar yang melanda Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada November 2025 menjadi contoh konkret. Hujan ekstrem selama tiga hari tiga malam menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor, merusak infrastruktur serta menghentikan aktivitas produksi masyarakat.
“Nilai kerugian akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp100 triliun. Ini bukan sekadar angka, tetapi jalan yang terputus, sawah yang gagal panen, logistik yang tersendat, dan mata pencaharian yang hilang,” tegasnya.
Preskom NT Corp Nurdin Tampubolon, Direksi Nusantara TV dan Hashim Djojohadikusumo (NTVnews / Dedi)
Dimpos memaparkan, rata-rata kerugian ekonomi akibat bencana di Indonesia mencapai Rp102 hingga Rp115 triliun per tahun atau setara 0,61 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Jika pembangunan dan aktivitas ekonomi tidak memperhatikan prinsip environmental, social, and governance (ESG), potensi kerugian bahkan bisa melonjak hingga 1,6 persen dari PDB, terutama di pusat-pusat ekonomi seperti Jawa dan Sumatera.
Namun di balik risiko tersebut, Indonesia memiliki peluang besar. Dengan potensi energi baru terbarukan yang diperkirakan mencapai lebih dari 3.600 gigawatt, ruang investasi energi bersih dan inovasi hijau dinilai masih sangat terbuka.
“Alam bukan penghambat pembangunan. Alam adalah aset strategis bangsa. Bangsa yang menjaga alamnya sedang mengamankan pertumbuhan ekonominya,” katanya.
Ia juga menegaskan peran media dalam mendorong kesadaran publik dan mempertemukan kepentingan bisnis dengan agenda keberlanjutan. Menurutnya, tugas media bukan sekadar melaporkan, tetapi membangun kesadaran, mendorong dialog, dan memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak berdiri di atas fondasi yang rapuh.
Nature 2026 turut menghadirkan sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, perwakilan Kementerian Keuangan, Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, PT Transportasi Jakarta, Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Badan Gizi Nasional, hingga kalangan akademisi dan pelaku usaha.
Dimpos berharap forum yang berlangsung sepanjang hari tersebut dapat melahirkan ide, kolaborasi, dan terobosan konkret untuk memperkuat arah kebijakan, investasi, dan pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.
“Mari kita jadikan sustainability bukan sekadar komitmen, tetapi arah kebijakan dan arah investasi Indonesia ke depan,” kata dia.
Direktur Nusantara TV, Dimpos Tampubolon (NTVnews/ Dedi)