Ntvnews.id, Washington D.C - United States Central Command (CENTCOM), yang membawahi operasi militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah, mengumumkan bahwa lebih dari 50.000 personel dikerahkan dalam serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran sejak Sabtu, 28 Februari 2026.
Dilansir dari Anadolu, Kamis, 5 Maret 2026, Komandan CENTCOM, Brad Cooper, dalam pesan video, menyampaikan bahwa selain puluhan ribu tentara, operasi tersebut juga melibatkan 200 jet tempur serta dua kapal induk AS. Operasi militer itu diberi nama "Operation Epic Fury".
Menurut Cooper, aksi militer terhadap Iran ini menjadi pengerahan kekuatan terbesar AS di Timur Tengah dalam satu generasi.
Ia mengungkapkan bahwa pasukan AS-Israel telah menggempur hampir 2.000 sasaran di berbagai wilayah Iran dengan menembakkan lebih dari 2.000 amunisi sejak operasi dimulai akhir pekan lalu.
Baca Juga: Iran: Tak Ada Alasan Berunding dengan Amerika, Kami Tak Gentar Lanjutkan Perang!
Iran, lanjut Cooper, melakukan balasan besar-besaran dengan menembakkan lebih dari 500 rudal balistik dan menerjunkan lebih dari 2.000 drone. Meski demikian, ia mengklaim pasukan AS mampu melumpuhkan sejumlah aset laut Iran.
"Kita juga menenggelamkan Angkatan Laut Iran, seluruh angkatan laut. Sejauh ini, kita telah menghancurkan 17 kapal Iran," ujarnya.
Walaupun mendapat serangan balasan, Cooper menilai kapasitas Iran untuk menyerang pasukan AS dan sekutunya terus melemah seiring berjalannya operasi.
Ilustrasi Serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah pemukiman penduduk Iran. (Anadolu)
Ketegangan kawasan meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Dalam beberapa hari, berbagai target strategis diserang, termasuk fasilitas rudal, armada laut, hingga pusat komando dan kendali militer Teheran.
Serangan tersebut menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei. Laporan terbaru dari Bulan Sabit Merah Iran menyebut sedikitnya 787 orang tewas akibat gelombang serangan AS-Israel.
Sebagai respons, Teheran meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah target di Israel serta pangkalan militer AS di negara-negara Teluk. Iran mengklaim sedikitnya 560 tentara AS tewas atau terluka dalam serangan balasan itu. Namun pihak AS sejauh ini hanya mengonfirmasi enam tentaranya gugur dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.
Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran (Antara/Anadolu)