Ntvnews.id, Jakarta - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menyoroti besarnya potensi lahan konservasi di Aceh yang dinilainya memiliki daya tarik global, termasuk menarik perhatian Raja Charles III dari Inggris.
Hal itu disampaikan Hashim dalam forum Nature 2026 di Nusantara Ballroom NT Tower, Kamis (12/2/2026). Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa kawasan konservasi di Aceh bukan hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga memiliki nilai strategis bagi dunia dalam agenda pelestarian lingkungan dan aksi iklim.
Menurut Hashim, Aceh memiliki bentang alam hutan tropis yang masih relatif terjaga, ekosistem gambut, serta keanekaragaman hayati yang menjadi paru-paru dunia. Kawasan tersebut dinilai sangat relevan dengan perhatian global terhadap isu perubahan iklim, konservasi satwa langka, dan perlindungan hutan primer.
“Ini bukan hanya soal menjaga alam, tetapi bagaimana konservasi bisa berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat,” ujar Hashim.
Baca Juga: Nature 2026: Nusantara TV Tegaskan Sustainability sebagai Strategi Ekonomi Nasional
Ia mengungkapkan bahwa ketertarikan Raja Charles terhadap konservasi lingkungan membuat kawasan Aceh menjadi salah satu wilayah yang berpotensi mendapat perhatian khusus dalam kerja sama lingkungan hidup. Raja Charles selama ini dikenal sebagai tokoh dunia yang konsisten mengampanyekan isu keberlanjutan dan pelestarian alam.
Hashim menilai, perhatian tersebut menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk menunjukkan keseriusannya dalam menjaga kawasan konservasi sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional, baik dalam pendanaan hijau, riset biodiversitas, maupun pengembangan ekonomi berbasis konservasi.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa konservasi tidak boleh dipandang sebagai penghambat pembangunan. Sebaliknya, kawasan seperti Aceh justru dapat menjadi contoh bagaimana pelestarian hutan dan pertumbuhan ekonomi bisa berjalan beriringan.
“Alam adalah aset strategis bangsa. Jika kita kelola dengan benar, konservasi bisa menjadi sumber kekuatan ekonomi jangka panjang,” tegasnya.
Dengan meningkatnya perhatian dunia terhadap perubahan iklim dan keberlanjutan, lahan konservasi Aceh dinilai berpeluang menjadi etalase komitmen Indonesia dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi iklim global.
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo (NTVnews / Dedi)