Ntvnews.id
Baca Juga: 25 Tentara Meksiko Gugur Usai Bos Kartel Narkoba Tewas
Gelombang kekerasan ini terjadi setelah militer Meksiko melancarkan operasi pada Minggu, 22 Februari 2026, yang berujung pada tewasnya pemimpin kartel tersebut, Nemesio Oseguera Cervantes, yang dikenal dengan julukan "El Mencho".
Kematian tokoh utama kartel itu memicu aksi balasan dari kelompok bersenjata. Sejumlah anggota kartel dilaporkan membakar kendaraan dan fasilitas komersial di beberapa wilayah, serta memblokir ruas-ruas jalan strategis.
Situasi keamanan yang memburuk membuat sejumlah pemerintah negara bagian memutuskan untuk meliburkan kegiatan sekolah pada Senin, 23 Februari 2026, sebagai langkah antisipasi demi keselamatan warga.
Baca Juga: Presiden Meksiko Imbau Warga Tetap Tenang Usai Kematian Kartel Narkoba El Mencho
Di Mexico City, aparat keamanan terlihat bersiaga di sejumlah titik jalan utama pada Senin, 23 Februari 2026, guna mencegah meluasnya gangguan keamanan dan memastikan kondisi tetap terkendali.
Otoritas Meksiko menyatakan akan terus memperketat pengamanan serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dampak operasi militer tersebut, di tengah meningkatnya ketegangan akibat aksi balasan kartel.
(Sumber: Antara)
Sejumlah petugas keamanan berjaga di sebuah jalan di Mexico City, Meksiko, pada 23 Februari 2026. ANTARA/Xinhua/Francisco Canedo (Antara)