Daftar 18 Negara yang Kecam Langkah Israel Perketat Kendali Tepi Barat Palestina

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Feb 2026, 08:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Anggota pasukan Israel terlihat selama operasi militer di Ramallah, Tepi Barat tengah, 16 September 2025. (ANTARA/Ayman Nobani/Xinhua.) Anggota pasukan Israel terlihat selama operasi militer di Ramallah, Tepi Barat tengah, 16 September 2025. (ANTARA/Ayman Nobani/Xinhua.) (Antara)

Ntvnews.id, Tepi Barat - Sebanyak 18 negara secara bersama-sama mengecam kebijakan Israel yang memperketat kontrol atas wilayah pendudukan Tepi Barat. Mereka menilai langkah tersebut sebagai upaya mencaplok wilayah itu sekaligus melemahkan kedaulatan negara Palestina.

Pemerintah Israel bulan ini menyetujui sejumlah inisiatif yang didukung menteri-menteri sayap kanan, termasuk memulai proses pendaftaran tanah di Tepi Barat sebagai "milik negara" serta mengizinkan warga Israel membeli tanah di wilayah tersebut secara langsung.

Langkah-langkah itu "merupakan bagian dari arah yang jelas bertujuan untuk mengubah realitas di lapangan dan untuk melakukan aneksasi de facto yang tidak dapat diterima", demikian disampaikan 18 negara dalam pernyataan bersama, seperti dilansir dari AFP, Rabu, 25 Februari 2026.

Baca Juga: Di Pertemuan DK PBB, Menlu Sugiono Kecam Pendudukan Israel di Tepi Barat Palestina

"Tindakan tersebut merupakan serangan yang disengaja dan langsung terhadap kelangsungan negara Palestina dan implementasi solusi dua negara," imbuh pernyataan tersebut.

Pernyataan bersama itu ditandatangani oleh negara-negara besar di kawasan seperti Arab Saudi dan Mesir, serta negara-negara Eropa seperti Prancis dan Spanyol. Indonesia, Brasil, dan Turki juga termasuk di antara para penandatangan.

Tentara Israel meluncurkan serangan skala besar di Tepi Barat bagian utara. <b>(Antara.com)</b> Tentara Israel meluncurkan serangan skala besar di Tepi Barat bagian utara. (Antara.com)

Dukungan terhadap pernyataan tersebut juga datang dari Sekretaris Jenderal Liga Arab, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan Otoritas Palestina.

Saat ini, sekitar tiga juta warga Palestina tinggal di Tepi Barat, sementara lebih dari 500.000 warga Israel menetap di permukiman dan pos terdepan di wilayah itu, yang dinilai ilegal menurut hukum internasional.

Pemerintah Israel juga disebut mempercepat ekspansi permukiman di Tepi Barat yang diduduki sejak 1967, dengan menyetujui pembangunan 52 permukiman baru sepanjang 2025.

x|close