Kalau Perang Iran Makin Parah, DPR Minta TKI Dievakuasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Mar 2026, 13:55
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah pemukiman penduduk Iran. Ilustrasi Serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah pemukiman penduduk Iran. (Anadolu)

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta pekerja migran Indonesia (PMI) atau tenaga kerja Indonesia (TKI) di negara-negara Asia Barat dievakuasi. Ini dilakukan apabila perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran kian memanas.

Menurut Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, pihaknya mendorong Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) proaktif berkoordinasi dengan KBRI di negara-negara terdampak konflik.

"Saya minta negara hadir untuk memberikan perlindungan guna menjamin keselamatan PMI yang ada di timur tengah dan mendesak Kementerian P2MI proaktif melakukan koordinasi dengan pihak KBRI di Timur Tengah. Kedua, meminta PMI untuk melapor kepada KBRI setempat mengenai keberadaan mereka," ujar Yahya, Rabu, 4 Maret 2026.

Ia lantas mengimbau para TKI berlindung dan berada di tempat aman. Yahya meminta atase ketenagakerjaan di negara-negara Semenanjung Arab proaktif mendata PMI yang bekerja di masing-masing negara.

Baca Juga: Iran: Perang Akan Usai Jika Agresi AS-Israel Dihentikan

"Ketiga, meminta PMI untuk menghindari tempat-tempat strategis dan berlindung di tempat yang aman. Keempat, meminta atase ketenagakerjaan di Timur Tengah proaktif mendata PMI yang bekerja di masing-masing negara dan melakukan komunikasi dengan mereka," tuturnya.

Yahya mendesak KP2MI dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melakukan diplomasi dengan negara setempat. Ia pun meminta pemerintah menyiapkan rencana evakuasi untuk para TKI bila situasi bertambah memburuk.

"Kelima, meminta KP2MI bersama Kemlu untuk melakukan diplomasi dengan negara setempat guna menjamin keselamatan PMI yang ada di Timur Tengah. Keenam, jika situasi bertambah buruk, meminta KP2MI dan Kemenlu untuk mengevakuasi mereka ke tempat yang aman," jelas dia.

Diketahui, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Serangan itu menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, bersama dengan komandan militer senior.

Iran lalu meluncurkan serangan ke sejumlah pangkalan AS di negara-negara Asia Barat seperti Qatar, Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Kuwait. Iran juga meluncurkan serangan ke Israel.

x|close