Italia Pertimbangkan Kirim Sistem Pertahanan Udara ke Negara-Negara Teluk

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Mar 2026, 03:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi perang di Timur Tengah/ist Ilustrasi perang di Timur Tengah/ist

Ntvnews.id, Roma - Pemerintah Italia disebut tengah mempertimbangkan pemberian bantuan militer, termasuk sistem pertahanan udara, kepada sejumlah negara Teluk yang meminta dukungan untuk menghadapi serangan udara dari Iran. Informasi ini disampaikan dua sumber pada Rabu, yang enggan disebutkan identitasnya.

Dilansir dari Anadolu, Kamis, 5 Maret 2026, menurut mereka, meski keputusan final belum ditetapkan, Italia berpeluang mengirim satu unit baterai SAMP/T, sistem pertahanan udara hasil kerja sama Prancis-Italia yang dirancang untuk mencegat rudal balistik. Namun, belum ada kepastian mengenai negara tujuan pengiriman maupun baterai mana yang kemungkinan dipindahkan dari pangkalannya di Roma.

Serangan militer yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat ke Iran telah memicu serangan balasan dari Teheran terhadap pelabuhan, kota, serta fasilitas minyak di kawasan Teluk, wilayah strategis penghasil energi dunia.

Walau ketergantungan Italia terhadap energi dari Teluk tidak besar, Menteri Energi Italia menyatakan pada Rabu bahwa pemerintah dapat mengaktifkan kembali sejumlah pembangkit listrik tenaga batu bara apabila konflik berkembang menjadi krisis energi.

Baca Juga: Korban Tewas Serangan Gabungan AS-Israel di Iran Tembus 1.045 Orang

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto mengungkapkan bahwa Roma telah menerima permintaan sistem pertahanan udara dan anti-drone dari negara-negara Teluk, termasuk SAMP/T.

Sumber lain menambahkan bahwa Italia juga berpotensi menyediakan sistem anti-drone yang dapat dikirim dalam waktu relatif cepat, meski hingga kini masih dalam tahap evaluasi teknis.

Saat ini, Italia telah lebih dulu memasok sistem SAMP/T ke Ukraina guna membantu negara tersebut menghadapi invasi Rusia. Salah satu sumber menegaskan bahwa dukungan kepada Ukraina tidak akan dikurangi demi memenuhi permintaan dari negara-negara Teluk.

Ilustrasi - Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Anadolu/py.  <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ketika ditanya mengenai peluang pengiriman sistem pertahanan terkait konflik terbaru di Timur Tengah, Wakil Sekretaris Kabinet Italia Alfredo Mantovano menyatakan dalam sebuah acara di Roma bahwa pemerintah “sedang mengevaluasi permintaan.”

Seiring meluasnya konflik hingga kawasan Mediterania, Inggris, Prancis, dan Yunani pada Selasa menyatakan akan mengirim pasukan pertahanan udara ke Siprus setelah serangan drone menghantam pangkalan Royal Air Force Akrotiri di pulau tersebut.

Italia sendiri menjadi tuan rumah sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menegaskan pada Selasa malam bahwa hingga kini Roma belum menerima permintaan resmi untuk menggunakan pangkalan tersebut dalam operasi melawan Iran, dan akan mempertimbangkan setiap permintaan yang mungkin diajukan di kemudian hari.

x|close