Ntvnews.id, Taheran - Pemerintah Iran menutup sebuah kafe yang berada di pusat Kota Teheran setelah tempat tersebut dituduh mempromosikan aktivitas yang dianggap berkaitan dengan "satanisme".
Menurut laporan media lokal yang dikutip kantor berita Fars, kafe tersebut berlokasi di Jalan Valiasr, salah satu kawasan terkenal di ibu kota Iran. Tempat itu disebut menggelar acara musik bergaya Barat yang dinilai menciptakan suasana bagi perilaku yang dianggap tidak sesuai dengan norma yang berlaku.
Sementara itu, kantor berita Mehr melaporkan bahwa pihak kepolisian menuduh sejumlah pengunjung kafe terlibat dalam apa yang mereka sebut sebagai "gerakan setan".
Sebuah video berdurasi 14 detik yang disiarkan kantor berita Tasnim memperlihatkan kondisi kafe yang dipenuhi pengunjung. Dalam rekaman tanpa suara tersebut, tampak sejumlah musisi memainkan gitar, sementara beberapa pengunjung terlihat menganggukkan kepala mengikuti irama musik yang dimainkan.
Penutupan kafe ini bukan kali pertama dilakukan otoritas Iran terhadap tempat atau kegiatan yang dianggap menyebarkan paham bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut negara tersebut. Selama bertahun-tahun, aparat keamanan Iran kerap melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap kelompok maupun jaringan yang dituding mempromosikan "satanisme".
Baca Juga: Netanyahu Kecewa Trump Dinilai Melunak ke Iran
Dalam sejumlah kasus sebelumnya, konser musik rock dan heavy metal juga pernah menjadi sasaran tindakan serupa setelah diberi label sebagai kegiatan yang berkaitan dengan praktik satanisme.
Republik Islam Iran memiliki rekam jejak panjang dalam mengawasi dan menindak aktivitas yang dinilai bertentangan dengan ajaran Islam atau dianggap mendapat pengaruh kuat dari budaya Barat. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga nilai-nilai sosial dan budaya yang berlaku di negara itu.
Hingga kini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai jumlah pengunjung yang diperiksa maupun kemungkinan adanya proses hukum lanjutan terkait penutupan kafe tersebut. Namun, kasus ini kembali menyoroti perbedaan pandangan antara otoritas Iran dan sebagian kalangan masyarakat terkait ekspresi budaya, musik, serta pengaruh budaya Barat di ruang publik.
Arsip foto - Bendera Iran terlihat di markas besar PBB di New York, AS, Rabu (8/1/2020). ANTARA/Xinhua/Li Muzi/am. ANTARA/Xinhua. (Antara)