Iran Tegaskan ke Turki Bakal Balas Serangan AS-Israel Meski Rudal Dihantam NATO

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Mar 2026, 09:13
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi - Rudal Israel serang Iran. ANTARA/Anadolu Ilustrasi - Rudal Israel serang Iran. ANTARA/Anadolu (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Teheran menegaskan tidak akan menghentikan operasi militernya terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel, bahkan setelah salah satu rudalnya yang diarahkan ke Siprus dicegat oleh sistem pertahanan udara yang beroperasi di wilayah Turki.

Sikap keras itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Seyyed Abbas Araqchi, langsung kepada Menteri Luar Negeri Hakan Fidan dalam percakapan telepon yang dikutip oleh media regional.

Menurut laporan Al Jazeera, Araqchi menyampaikan bahwa angkatan bersenjata Iran akan terus bergerak sampai “kejahatan musuh” sepenuhnya dipukul mundur. Penegasan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran di platform X.

Baca Juga: Pesawat Penumpang Iran Air Hancur Lebur Akibat Serangan Rudal Amerika dan Israel

Dalam percakapan itu, Araqchi juga menekankan bahwa seluruh serangan yang dilancarkan Iran diarahkan ke pangkalan yang disebut Teheran digunakan untuk merencanakan dan melakukan operasi terhadap Republik Islam, sambil menambahkan bahwa tindakan tersebut dianggap berada dalam koridor hukum internasional.

Kontak diplomatik tingkat tinggi ini berlangsung setelah pemerintah Turki memanggil duta besar Iran di Ankara, menyusul insiden pergerakan satu rudal balistik Iran yang melintas melalui wilayah udara Turki. Pemanggilan itu, menurut sumber diplomatik Turki yang dikutip oleh Reuters, dilakukan sebagai bentuk protes resmi.

Rudal balistik tersebut, yang diluncurkan dari wilayah Iran dan terbang melalui Irak serta Suriah, dihancurkan oleh sistem pertahanan udara yang berada di bawah komando NATO. Meskipun melintasi wilayah udara Turki, rudal itu disebutkan tidak ditujukan ke negara tersebut, melainkan diarahkan ke tujuan di Siprus.

Laporan yang disampaikan oleh AFP mengutip pernyataan Kementerian Pertahanan Turki yang menyebutkan bahwa rudal itu telah “dihadang dan dinetralisir oleh aset pertahanan udara dan rudal NATO yang ditempatkan di Mediterania timur”. Pernyataan tersebut tidak memuat detail mengenai target sebenarnya.

Baca Juga: PBB Waspadai ‘Front Baru’ di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah

Seorang pejabat Turki yang berbicara kepada AFP dengan syarat anonim menjelaskan bahwa rudal itu “ditujukan ke pangkalan di Siprus Yunani tetapi melenceng dari jalurnya”.

Sementara itu, pecahan yang ditemukan di distrik Dortyol di wilayah Turki selatan, dekat perbatasan Suriah diidentifikasi sebagai bagian dari sistem pencegat yang digunakan untuk menetralkan ancaman udara tersebut. Tidak ada laporan korban jiwa.

Di tengah meningkatnya ketegangan ini, juru bicara NATO, Allison Hart, menyatakan bahwa aliansi militer tersebut tetap berada di sisi Ankara. “NATO berdiri teguh bersama semua sekutu, termasuk Turki, karena Iran terus melakukan serangan tanpa pandang bulu di seluruh wilayah,” ujarnya menggunakan nama resmi Turki.

Dengan sikap Iran yang menegaskan akan tetap melakukan respons militer, insiden pencegatan rudal oleh NATO kini menjadi elemen baru dalam dinamika ketegangan Teheran–Washington–Tel Aviv, dengan Turki berada di posisi yang sensitif sebagai negara yang wilayah udaranya dilintasi dalam operasi tersebut.

x|close