Ntvnews.id, Istanbul - Iran dilaporkan menyerang fasilitas sipil di ibu kota Bahrain, Manama, pada Jumat, 6 Maret 2026, yang menyebabkan kerusakan material tanpa menimbulkan korban jiwa. Informasi tersebut disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri Bahrain yang menyebutkan bahwa tim pertahanan sipil segera dikerahkan ke lokasi untuk mengamankan area terdampak.
Dalam keterangan resminya, serangan tersebut menargetkan dua hotel dan satu bangunan tempat tinggal di wilayah Manama.
Aparat keamanan bersama petugas darurat langsung melakukan penanganan di lokasi serta memastikan kondisi lingkungan sekitar tetap aman bagi masyarakat.
Baca Juga: Kalau Perang Iran Makin Parah, DPR Minta TKI Dievakuasi
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional akibat konflik yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Israel di satu pihak dengan Iran di pihak lain.
Dalam beberapa hari terakhir, ketiga negara tersebut dilaporkan saling melancarkan serangan menggunakan rudal dan drone di berbagai wilayah Timur Tengah.
Bahrain menjadi salah satu negara yang memantau perkembangan situasi dengan ketat karena menjadi lokasi fasilitas militer penting Amerika Serikat, termasuk markas Armada Kelima Angkatan Laut AS.
Baca Juga: IHSG Jumat Dibuka Melemah ke 7.699, Konflik Iran–AS Picu Kekhawatiran Pasar
Keberadaan fasilitas tersebut menjadikan Bahrain memiliki posisi strategis dalam dinamika keamanan kawasan.
Serangkaian serangan yang terjadi belakangan ini memicu kekhawatiran internasional akan kemungkinan meluasnya konflik regional.
Jika eskalasi terus berlanjut, situasi keamanan di kawasan Timur Tengah dikhawatirkan akan semakin tidak stabil.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah pemukiman penduduk Iran. (ANTARA/Anadolu/py) (Antara)