Serangan Drone Hantam Bandara dan Fasilitas Minyak di Irak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Mar 2026, 10:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Korea Utara, Kamis 31 Oktober 2025. ANTARA/Anadolu/py Arsip foto - Peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Korea Utara, Kamis 31 Oktober 2025. ANTARA/Anadolu/py (Antara)

Ntvnews.id, Baghdad - Serangan drone dilaporkan menghantam sejumlah lokasi penting di Irak, termasuk bandara dan fasilitas minyak di wilayah selatan. Sementara itu, di bagian utara negara tersebut, serangan juga dilaporkan menargetkan kelompok militan.

Dilansir dari AFP, Sabtu, 7 Maret 2026, seorang pejabat di provinsi Basra, Irak selatan, mengungkapkan bahwa sebuah drone jatuh di sekitar area bandara setempat. "Sebuah drone jatuh ke terminal kargo di bandara Basra," kata seorang pejabat keamanan kepada AFP.

Pejabat tersebut menjelaskan bahwa dua drone lainnya menyerang kompleks minyak Burjesia yang dioperasikan oleh perusahaan dari Amerika Serikat. Sementara itu, satu drone lain dilaporkan menghantam ladang minyak Rumaila Oil Field, lokasi operasi perusahaan energi global BP. Hingga kini, sumber serangan drone tersebut belum dapat dipastikan.

Irak selama bertahun-tahun dikenal sebagai wilayah yang kerap menjadi ajang konflik proksi antara Amerika Serikat dan Iran. Pemerintah Irak sebelumnya menegaskan tidak ingin terseret dalam konflik yang kini meluas di kawasan Timur Tengah. Meski demikian, situasi keamanan di negara itu tetap terdampak oleh eskalasi yang terjadi.

Baca Juga: Anwar Ibrahim Telepon Presiden Turki Erdogan Bahas Insiden Rudal dari Iran

Sejak awal konflik, sejumlah serangan yang diduga melibatkan Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menyasar kelompok-kelompok bersenjata yang mendapat dukungan Iran di Irak. Kelompok-kelompok tersebut kemudian menyatakan tidak akan bersikap netral dan mengklaim telah melancarkan serangan terhadap pangkalan militer AS di negara itu.

Wilayah otonom Kurdistan Irak di bagian utara, yang menjadi lokasi keberadaan pasukan Amerika Serikat, juga kerap menjadi sasaran serangan. Ledakan dilaporkan kembali terdengar di dekat bandara di ibu kota wilayah tersebut, Erbil, yang sebelumnya beberapa kali menjadi lokasi pencegatan drone.

Kementerian Sumber Daya Alam Kurdistan menyebut produksi minyak di ladang yang dioperasikan perusahaan Amerika, HKN Energy, terpaksa dihentikan setelah terjadi serangan pada hari sebelumnya di provinsi Dohuk.

Warga berdemonstrasi menentang serangan militer AS dan Israel terhadap Iran di Teheran, Iran, pada 4 Maret 2026 (ANTARA/Xinhua/Shadati) <b>(Antara)</b> Warga berdemonstrasi menentang serangan militer AS dan Israel terhadap Iran di Teheran, Iran, pada 4 Maret 2026 (ANTARA/Xinhua/Shadati) (Antara)

Pihak otoritas Kurdistan menyatakan serangan tersebut diluncurkan dari wilayah yang berada di bawah pemerintahan federal Irak. Mereka juga mendesak pemerintah di Baghdad untuk mencegah kejadian serupa yang berpotensi membahayakan warga sipil serta merusak infrastruktur ekonomi, khususnya sektor minyak dan gas di wilayah utara.

Sumber keamanan kepada AFP menyebutkan bahwa serangan di wilayah tersebut dilakukan menggunakan dua unit drone.

Selain itu, Kurdistan Irak juga menjadi lokasi sejumlah kamp dan basis belakang bagi kelompok pemberontak Kurdi Iran. Kelompok-kelompok ini beberapa kali menjadi target serangan Iran sejak pecahnya konflik.

Baca Juga: Rudal Iran Dihancurkan NATO, Disebut Mengarah ke Siprus Bukan Turki

Pemerintah di Teheran bahkan mengancam akan menyerang seluruh fasilitas di kawasan tersebut jika kelompok militan Kurdi Iran diizinkan masuk ke wilayah Iran.

Hingga kini, menurut sejumlah sumber dari kelompok oposisi yang berbicara kepada AFP pada Kamis sebelumnya, belum ada laporan bahwa pasukan dari wilayah tersebut telah memasuki Iran.

Pada hari yang sama, serangan baru juga dilaporkan menyasar kelompok militan Kurdi. Seorang pejabat dari Partai Demokrat Kurdistan Iran (PDKI) yang berada di pengasingan mengungkapkan bahwa basis kelompok mereka diserang.

"Pangkalan kami diserang oleh musuh, Iran," kata pejabat PDKI kepada AFP.

Sebagian kelompok Kurdi Iran disebut berharap konflik yang terjadi dapat melemahkan pemerintahan Republik Islam Iran dan membuka peluang kerja sama dengan Amerika Serikat di masa depan.

x|close