Ntvnews.id, Taheran - Kepala keamanan Iran, Ali Larijani, menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sebelumnya mengancam akan melancarkan serangan terhadap Iran hingga 20 kali lebih besar. Larijani menilai pernyataan tersebut tidak lebih dari sekadar ancaman tanpa makna.
"Iran tidak takut dengan ancaman kosong Anda. Bahkan mereka yang lebih hebat dari Anda pun tidak dapat melenyapkan bangsa Iran," kata Larijani dalam sebuah unggahan di X dilansir dari AFP, Rabu, 11 Maret 2026.
Pernyataan tersebut muncul sebagai respons atas unggahan Trump yang memperingatkan Iran terkait kemungkinan penghentian aliran minyak melalui Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis bagi perdagangan energi dunia. Dalam tanggapannya, Larijani juga menyertakan pesan bernada keras kepada Trump.
"Jaga diri Anda agar tidak dieliminasi!" tambah Larijani.
Baca Juga: Trump Sebut AS Masih Jauh dari Keputusan Kirim Pasukan Darat ke Iran
Sebelumnya, Trump memang menyampaikan peringatan keras kepada Iran terkait potensi penutupan Selat Hormuz. Jalur perairan tersebut dikenal sebagai salah satu rute paling vital bagi distribusi minyak global.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa langkah Iran untuk memblokir jalur tersebut akan memicu respons militer besar dari Amerika Serikat.
"Jika Iran melakukan sesuatu yang menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dihantam oleh Amerika Serikat DUA PULUH KALI LEBIH KERAS daripada yang telah mereka alami sejauh ini," tegas Trump dalam pernyataan via Truth Social.
Mojtaba Khamenei dan Donald Trump (Istimewa)
"Selain itu, kita akan menghancurkan target-target yang mudah dihancurkan yang akan membuat Iran hampir tidak mungkin untuk dibangun kembali sebagai sebuah negara -- Kematian, Api, dan Amarah akan menimpa mereka -- Tetapi saya berharap, dan berdoa, agar hal itu tidak akan terjadi!" kata Presiden AS tersebut.
Trump juga menyebut sikap kerasnya sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasar energi global. Ia menilai langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk perlindungan terhadap negara-negara yang bergantung pada jalur perdagangan minyak di Selat Hormuz.
Menurut Trump, kebijakan tersebut merupakan "hadiah dari Amerika Serikat kepada China, dan semua negara yang banyak menggunakan Selat Hormuz".
"Semoga, ini adalah isyarat yang akan sangat dihargai," ucapnya.
Donald Trump (Instagram @realdonaldtrump)