Terjebak Pusaran Air, Speedboat Terbalik di Perairan OKI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Mar 2026, 12:47
thumbnail-author
Alber Laia
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Tim SAR gabungan mencari korban speedboat terbalik di Perairan Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan pada Sabtu 21 Maret 2026. Tim SAR gabungan mencari korban speedboat terbalik di Perairan Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan pada Sabtu 21 Maret 2026. (Dok.Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Insiden menegangkan terjadi di perairan Ogan Komering Ilir pada Sabtu, 21 Maret 2026. Sebuah speedboat dilaporkan terbalik setelah tersedot pusaran air berbahaya, menyebabkan satu orang hilang dan hingga kini masih dalam pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.

Korban yang hilang diketahui bernama Iwan (35), yang merupakan pengemudi kapal cepat tersebut. Sementara dua penumpang lainnya berhasil selamat setelah dievakuasi warga sekitar.

Menurut keterangan Kepala Basarnas Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, kejadian bermula saat speedboat yang membawa tiga orang itu berangkat dari Desa Semuntul, Kabupaten Banyuasin, menuju Kayuagung, OKI.

Baca Juga: Kebakaran Hebat di Dermaga Phuket, 22 Speedboat Hangus

Dalam perjalanan, rombongan sempat berhenti untuk menanyakan arah kepada warga. Namun, warga telah memperingatkan agar tidak melanjutkan jalur tersebut karena dikenal berbahaya—dipenuhi rintangan dan fenomena “hole” atau pusaran air.

Sekitar pukul 18.30 WIB, speedboat tersebut tersedot ke dalam pusaran air yang kuat. Dalam hitungan detik, kapal kehilangan kendali dan terbalik. Dua penumpang berhasil diselamatkan oleh warga, namun nahas, Iwan hilang terseret arus deras dan tenggelam.

Kejadian ini langsung dilaporkan ke tim SAR pada pukul 21.50 WIB, dan operasi pencarian pun segera dilakukan.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI/Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat setempat langsung bergerak cepat. Mereka dibagi menjadi dua tim (SRU) untuk menyisir lokasi kejadian.

Pencarian dilakukan menggunakan perahu karet dengan metode penyisiran permukaan air, mencakup radius hingga lima kilometer ke arah utara. Selain itu, tim juga menyisir sisi kiri dan kanan sungai serta menyebarkan informasi kepada warga di sepanjang pesisir.

“Hingga saat ini korban masih dalam pencarian,” ujar Raymond.

Sumber: Antara

x|close