A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Inggris Keluarkan Travel Warning ke 14 Negara - Ntvnews.id

Inggris Keluarkan Travel Warning ke 14 Negara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Mar 2026, 06:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera Inggris terlihat dengan latar belakang Big Ben. ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi - Bendera Inggris terlihat dengan latar belakang Big Ben. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, London - Pemerintah Inggris mengeluarkan peringatan perjalanan (travel warning) kepada warganya ke 14 negara di tengah meningkatnya konflik global. Kebijakan ini diambil melalui Kantor Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) guna memastikan keselamatan warga negara Inggris di luar negeri.

Dilansir dari The Mirror, Selasa, 24 Maret 2026, warga Inggris diminta untuk segera meninggalkan negara-negara yang masuk dalam daftar tersebut. Negara-negara itu tersebar di kawasan Eropa, Afrika, hingga Asia, termasuk Israel dan Rusia yang terdampak situasi konflik di Timur Tengah.

"Eskalasi regional menimbulkan risiko keamanan yang signifikan dan telah menyebabkan gangguan perjalanan. Jauhi area di sekitar fasilitas keamanan atau militer. Ikuti instruksi dari otoritas setempat dan pantau media lokal dan internasional untuk informasi terbaru," kata FCDO.

Sebanyak 14 negara yang masuk dalam kategori larangan penuh bagi warga Inggris meliputi Afghanistan, Belarus, Burkina Faso, Haiti, Iran, Irak, Israel, Mali, Niger, Palestina, Rusia, Sudan Selatan, Suriah, dan Yaman.

Baca Juga: Tiimur Tengah Makin Panas, Kapal Selam Nuklir Inggris Kini Berada di Laut Arab

Selain itu, FCDO juga menandai sekitar 60 negara lain sebagai wilayah dengan pembatasan tertentu, di antaranya Spanyol, Finlandia, Jerman, dan Polandia.

Di tengah situasi ini, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa kondisi ekonomi Inggris masih cukup kuat untuk menghadapi dampak dari gejolak global. Ia juga menekankan bahwa pemerintah tidak ingin negaranya terseret lebih jauh ke dalam konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

Meski demikian, Starmer mengingatkan adanya ketidakpastian ke depan. Para menteri pun didorong untuk menyiapkan langkah antisipatif guna menghadapi potensi tekanan ekonomi, termasuk yang disebut sebagai dampak inflasi Trump.

x|close