Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Amarulla Octavian, mendorong penguatan sinergi dalam riset alat utama sistem pertahanan (alutsista) guna meningkatkan penguasaan teknologi dan memperkokoh sistem pertahanan negara.
Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, Amarulla menegaskan bahwa kekuatan pertahanan di masa depan tidak lagi semata ditentukan oleh jumlah alutsista, melainkan oleh keunggulan teknologi serta kemampuan integrasi antar sistem pertahanan.
Ia juga menyoroti perkembangan konflik global yang semakin kompleks dan melibatkan berbagai dimensi. Mantan Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) tersebut menilai bahwa karakter perang modern telah bergeser dari pola konvensional menuju multi-domain operations yang mencakup darat, laut, udara, siber, hingga ruang angkasa.
Baca Juga: TNI Siapkan 1.047 Alutsista dan 133 Ribu Personel untuk Meriahkan HUT ke-80 di Monas Hari Ini
"Perkembangan ini didorong oleh kemajuan teknologi, seperti kecerdasan buatan, sistem otonom, dan dominasi informasi yang menjadi penentu keunggulan strategis," katanya.
Amarulla turut mengulas penerapan teknologi militer dalam sejumlah konflik global terkini, seperti perang Rusia–Ukraina dan ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat serta Israel. Dalam berbagai konflik tersebut, penggunaan rudal, drone, hingga sistem pertahanan anti-rudal dan anti-drone menjadi faktor kunci dalam menentukan jalannya pertempuran.
Menurutnya, penguasaan teknologi tersebut sangat bergantung pada pengembangan sektor semikonduktor dan logam tanah jarang, yang menjadi fondasi utama berbagai sistem persenjataan modern. Karena itu, penguatan riset di bidang tersebut dinilai sangat penting untuk mewujudkan kemandirian pertahanan nasional.
Ia menegaskan bahwa BRIN memiliki peran strategis sesuai amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 dalam menyelenggarakan riset untuk mendukung penguasaan teknologi, termasuk teknologi militer.
"Dalam konteks ini, BRIN siap berperan sebagai penghubung antara kebutuhan pertahanan dengan kapasitas riset nasional," ujarnya.
Baca Juga: BRIN Perkuat Pengembangan Seaplane bersama PTDI untuk Kemandirian Alutsista Nasional
Lebih lanjut, Amarulla menyampaikan bahwa keunggulan teknologi kini berfungsi sebagai pengganda kekuatan (force multiplier) dalam sistem pertahanan.
"Negara yang mampu menguasai teknologi canggih akan memiliki daya tangkal yang lebih kuat serta kemampuan adaptasi yang tinggi dalam menghadapi berbagai spektrum ancaman," tutur Amarulla Octavian.
(Sumber: Antara)
Tangkapan layar Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian dalam kegiatan pengukuhan profesor riset di Jakarta, Rabu (25/6/2025). ANTARA/Sean Filo Muhamad/Youtube BRIN (Antara)