Kunjungan PM Malaysia Anwar Ibrahim, Sejumlah Jalan Protokol di Jakarta Ditutup Sementara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Mar 2026, 12:47
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup sejumlah jalan protokol terkait kunjungan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim ke Indonesia, Jumat (27/3/2026). ANTARA/Instagram/@tmcpoldametro/Ilham Kausar. Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup sejumlah jalan protokol terkait kunjungan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim ke Indonesia, Jumat (27/3/2026). ANTARA/Instagram/@tmcpoldametro/Ilham Kausar. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup sementara sejumlah ruas jalan protokol di Ibu Kota seiring kunjungan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, ke Indonesia pada Jumat, 27 Maret 2026.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komarudin, menjelaskan bahwa penutupan jalan hanya dilakukan saat rombongan kenegaraan melintas dan tidak berlangsung sepanjang waktu.

"Sama seperti pengamanan VVIP lainnya, penutupan hanya saat rangkaian (rombongan) kebesaran melintas," kata Komarudin.

Adapun sejumlah ruas jalan yang akan terdampak rekayasa lalu lintas mulai pukul 15.30 WIB antara lain Jalan Halim Perdanakusuma, Jalan MT Haryono, Jalan Gatot Subroto, Jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin, hingga Jalan Merdeka Barat.

Baca Juga: PM Malaysia Anwar Ibrahim Kunjungi Jakarta, Bahas Geopolitik dan Dampak Konflik Global Bersama Prabowo

Kunjungan Anwar Ibrahim ke Jakarta dilakukan dalam rangka memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto pada 27 Maret 2026. Pertemuan kedua pemimpin dijadwalkan membahas berbagai isu strategis, terutama terkait dinamika geopolitik global terkini.

"Perdana Menteri Dato’ Seri Anwar Ibrahim akan melakukan kunjungan khusus ke Jakarta, Republik Indonesia, pada 27 Maret 2026, atas undangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto," demikian pernyataan Wisma Putra di Kuala Lumpur, Kamis, 26 Maret 2026.

Menurut Wisma Putra, agenda pembahasan akan difokuskan pada perkembangan konflik di Asia Barat serta dampaknya terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi global, termasuk implikasinya bagi Malaysia dan Indonesia.

Selain itu, kedua negara memandang perlu adanya koordinasi yang lebih erat dan komprehensif guna menyelaraskan sikap serta memperkuat kerja sama strategis dalam menghadapi situasi global yang dinamis.

Baca Juga: Infografik: Rekayasa Lalu Lintas Arus Balik

Pertemuan ini juga diharapkan dapat memperkuat upaya diplomasi dalam meredakan ketegangan internasional, sekaligus menjaga keberlanjutan jalur perdagangan dan rantai pasok global yang penting bagi kesejahteraan kedua negara.

Di sisi lain, momentum ini turut menegaskan pentingnya peran ASEAN sebagai kekuatan regional yang solid dan berprinsip, agar mampu bertindak secara kolektif dalam menjaga perdamaian, stabilitas, serta ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

(Sumber: Antara)

x|close