Kemhan Benarkan 1 Prajurit TNI Gugur dalam Serangan Artileri di Lebanon, 3 Lainnya Terluka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Mar 2026, 11:42
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Personel TNI AL dari Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL memeluk istri dan anaknya usai turun dari KRI Sultan Iskandar Muda-367 setibanya di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026). Kapal perang Korvet kelas Sigma di bawah komando Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah selaku Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII-P/UNIFIL yang membawa 120 personel TNI AL itu telah kembali ke Surabaya setelah melaksanakan misi perdamaian PBB di Lebanon. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/bar Personel TNI AL dari Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL memeluk istri dan anaknya usai turun dari KRI Sultan Iskandar Muda-367 setibanya di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026). Kapal perang Korvet kelas Sigma di bawah komando Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah selaku Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII-P/UNIFIL yang membawa 120 personel TNI AL itu telah kembali ke Surabaya setelah melaksanakan misi perdamaian PBB di Lebanon. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/bar (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Pertahanan mengonfirmasi adanya korban dari prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon. Insiden tersebut terjadi akibat serangan artileri yang dilancarkan Israel pada Minggu, 29 Maret 2026, di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kemhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan bahwa serangan itu mengakibatkan satu personel meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga: UNIFIL Laporkan Israel Kembali Serang Personelnya di Lebanon Selatan

"Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu satu orang meninggal dunia, satu dalam kondisi luka berat, dan dua luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," kata Rico saat dikonfirmasi Antara di Jakarta, Senin, 30 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa insiden tersebut tidak terlepas dari meningkatnya intensitas konflik bersenjata di wilayah Lebanon selatan. Situasi keamanan yang memburuk membuat wilayah penugasan pasukan perdamaian menjadi rentan terhadap dampak serangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, serangan artileri tersebut menghantam area kontingen Indonesia yang berada di Kota Adshit al-Qusyar, Lebanon Selatan.

"Perlu disampaikan bahwa insiden terjadi di tengah saling serang artileri, dan proses klarifikasi masih dilakukan oleh UNIFIL," jelas Rico.

Baca Juga: UNIFIL Kecam Serangan Israel yang Langgar Kedaulatan Lebanon

Lebih lanjut, pihak TNI akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi lanjutan terkait insiden tersebut.

"untuk perkembangan operasional lebih lanjut akan disampaikan oleh TNI" ucap dia.

(Sumber: Antara)

x|close