Ntvnews.id, Tel Aviv - Sidang perkara dugaan korupsi dan suap yang menjerat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali dibatalkan sekitar satu jam sebelum jadwal persidangan dimulai pada Senin, 27 April 2026 pagi waktu setempat.
Pengadilan menyebut pembatalan tersebut dilakukan karena “alasan keamanan” yang tidak dijelaskan secara rinci, berdasarkan permintaan kuasa hukum Netanyahu, Amit Hadad, seperti dikutip dari media Israel Yedioth Ahronoth.
Dilansir dari Anadou, Selasa, 28 April 2026, Sidang tersebut sejatinya dijadwalkan kembali digelar pada hari itu setelah sebelumnya beberapa kali tertunda akibat situasi perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.
Baca Juga: VIDEO: Pantauan Udara Kecelakaan Kereta Bekasi
Netanyahu menghadapi tiga perkara besar, yakni dugaan suap, penipuan, dan penyalahgunaan kekuasaan yang dikenal sebagai Kasus 1000, Kasus 2000, dan Kasus 4000. Dakwaan resmi terhadapnya telah diajukan sejak November 2019.
Kasus 4000 menyoroti dugaan bahwa Netanyahu memberikan keuntungan regulasi kepada Shaul Elovitch, mantan pemilik situs berita Walla sekaligus eks eksekutif perusahaan telekomunikasi Bezeq, sebagai imbalan atas pemberitaan yang menguntungkan dirinya. Elovitch sendiri disebut memiliki kedekatan dengan Netanyahu.
Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu (kiri) berbincang dengan Presiden AS Donald Trump. ANTARA/Anadolu/py/pri. (Antara)
Nilai dugaan praktik korupsi dalam perkara tersebut diperkirakan mencapai lebih dari US$500 juta atau sekitar Rp8,5 triliun.
Proses hukum ini merupakan hasil penyelidikan panjang yang telah berlangsung sejak 2007. Netanyahu secara konsisten membantah semua tuduhan dan menyebutnya sebagai bentuk rekayasa politik.
Tuduhan terhadapnya mencakup penerimaan hadiah mewah hingga dugaan keuntungan dari kebijakan regulasi yang menguntungkan pihak tertentu.
Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan (Antara)