PBB Kutuk Serangan Israel yang Tewasnya Prajurit TNI di Lebanon

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Mar 2026, 13:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL). (ANTARA/Anadolu/py/am.) Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL). (ANTARA/Anadolu/py/am.) (Antara)

Ntvnews.id, Beirut - Seorang prajurit TNI yang tergabung dalam misi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) dilaporkan meninggal dunia akibat serangan. Selain itu, tiga prajurit TNI lainnya mengalami luka dalam insiden yang sama.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengecam keras kejadian tersebut.

"Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama," demikian keterangan Sekjen PBB António Guterres lewat akun X-nya, Senin, 30 Maret 2026.

Guterres juga menyampaikan duka cita mendalam kepada Indonesia atas gugurnya prajurit tersebut. Ia menilai insiden ini menjadi bagian dari rangkaian kejadian yang mengancam keselamatan pasukan penjaga perdamaian.

"Ini hanyalah salah satu dari sejumlah insiden baru-baru ini yang telah membahayakan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian," ujarnya.

Baca Juga: Serangan AS-Israel Picu Krisis Pengungsi, Jutaan Warga Iran dan Lebanon Tinggalkan Rumah

Lebih lanjut, Guterres menegaskan pentingnya seluruh pihak untuk mematuhi hukum internasional serta menjamin keamanan personel dan aset milik PBB.

Menanggapi peristiwa tersebut, Kementerian Luar Negeri RI turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya prajurit Indonesia serta luka yang dialami tiga personel lainnya dalam insiden pada Minggu, 29 Maret 2026.

"Setelah tembakan artileri tidak langsung di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia dekat Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026, di tengah laporan permusuhan antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan," kata Kemlu di akun @Kemlu_RI.

Pemerintah Indonesia juga mengecam keras serangan tersebut dan mendesak dilakukannya penyelidikan secara transparan guna mengungkap penyebab insiden yang menimpa pasukan penjaga perdamaian tersebut.

x|close