Aksi Warga Gambar Zebra Cross di Tebet Dinilai Wujud Hak Pejalan Kaki

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Mar 2026, 19:02
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Warga menggambar ulang jalur penyeberangan (zebra cross) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan sebagai marka jalan, Jakarta, Senin (30/3/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri. Warga menggambar ulang jalur penyeberangan (zebra cross) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan sebagai marka jalan, Jakarta, Senin (30/3/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Aksi warga menggambar ulang zebra cross di Jalan Prof. DR. Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, dinilai sebagai bentuk pemenuhan hak dasar pejalan kaki atas fasilitas yang aman dan layak.

Relawan Rafli Zulkarnaen atau Ijoel menyampaikan bahwa keberadaan marka penyeberangan sangat penting, terutama di lokasi yang memiliki risiko tinggi bagi pejalan kaki.

"Yang penting fasilitas yang kami butuhkan ada dan aman. Apalagi di situ bahaya banget kalau nggak ada penanda untuk pejalan kaki," kata relawan Rafli Zulkarnaen atau Ijoel saat dihubungi di Jakarta, Senin, 30 Maret 2026.

Ia menilai kondisi di lokasi tersebut semakin berbahaya karena berada di titik dengan jarak pandang terbatas atau blind spot. Selain itu, keluhan juga datang dari berbagai kalangan masyarakat yang kesulitan menyeberang akibat tidak adanya zebra cross.

Baca Juga: Truk Terguling di Tebet Arah Casablanca Sejak Semalam, Lalu Lintas Macet Parah

"Jamaah gereja, bahkan orang tua murid sekolah dekat situ komplain. Mereka bilang ibu-ibu yang mau ke gereja atau anak sekolah susah menyeberang karena zebra cross-nya nggak ada," ucapnya.

Menurutnya, kolaborasi antara warga dan seniman yang menggambar zebra cross dengan karakter gim “Pac-Man” merupakan bentuk keresahan terhadap kurangnya fasilitas publik yang memadai.

"Ini bentuk keresahan. Kami sebagai warga nggak mau tahu itu urusan dinas mana, yang penting fasilitas yang kami butuhkan ada dan aman," ucapnya.

Meski menghadirkan sentuhan kreatif, Ijoel menegaskan bahwa fungsi utama zebra cross tetap menjadi prioritas utama.

"Tujuannya supaya lebih menarik, tapi tetap fungsional. Kami pastikan 80 persen itu tetap terlihat sebagai zebra cross supaya fungsinya terjaga dan tidak membahayakan," kata dia.

Baca Juga: Kendaraan ODOL Harus Ditertibkan, Menko AHY Tekankan Prioritas Keselamatan Jalan

Di sisi lain, Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta mengapresiasi inisiatif masyarakat dalam meningkatkan keselamatan di jalan. Namun, pihaknya menekankan bahwa pembuatan marka jalan harus mengikuti aturan dan standar teknis yang berlaku.

"Hal ini penting untuk memastikan aspek keselamatan seluruh pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara kendaraan bermotor, serta mencegah potensi distraksi yang dapat mengganggu konsentrasi berkendara," kata Kapusdatin Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny.

Dinas menjelaskan bahwa hilangnya zebra cross sebelumnya disebabkan oleh pekerjaan pemeliharaan jalan dan peningkatan trotoar pada akhir 2025, yang membuat marka lama tertutup lapisan aspal baru. Selain itu, pemasangan ulang marka tidak dapat dilakukan segera karena membutuhkan waktu pengeringan optimal agar material dapat menempel dengan baik.

Sebagai tindak lanjut, lokasi tersebut telah masuk dalam prioritas pemeliharaan marka jalan tahun 2026, termasuk rencana pembangunan kembali zebra cross dalam waktu dekat.

(Sumber: Antara)

x|close