3 TNI Tewas, MPR Minta Pasukan RI di Lebanon Ditarik

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Apr 2026, 09:48
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Ketua MPR RI Ahmad Muzani (ketiga kiri) menyampaikan keterangan soal gugurnya prajurit TNI akibat serangan Israel di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026). ANTARA/Fath Putra Mulya Ketua MPR RI Ahmad Muzani (ketiga kiri) menyampaikan keterangan soal gugurnya prajurit TNI akibat serangan Israel di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026). ANTARA/Fath Putra Mulya (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengucapkan turut berduka cita atas gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon. Muzani pun meminta pemerintah mempertimbangkan penarikan pasukan perdamaian dari Lebanon apabila kondisi membahayakan.

"Hari ini, sejak kemarin kita dikagetkan oleh berita yang mengagetkan tentang gugurnya tiga prajurit TNI putra terbaik kita yang sedang menjalankan tugas konstitusi, yakni melaksanakan misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan," ujar Muzani di Gedung MPR, Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026.

MPR mengutuk aksi brutal terhadap anggota TNI. Muzani mendesak PBB untuk menggelar sidang penyelidikan atas peristiwa itu.

"Majelis Permusyawaratan Rakyat mendesak kepada Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar sidang penyelidikan dan menjatuhkan sanksi terhadap Israel," tutur Muzani.

"MPR mengusulkan kepada pemerintah untuk memberi penghargaan terhadap TNI yang gugur dan terluka serta keluarga yang ditinggalkan," imbuhnya.

MPR usul agar pemerintah untuk menarik seluruh pasukan perdamaian di daerah yang membahayakan keselamatan. Kata Muzani, harus ada jadi jaminan keselamatan bagi prajurit yang bertugas.

"Sesuai dengan konstitusi, yang memerintahkan untuk melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, agar Indonesia menarik pasukannya dalam misi perdamaian tersebut karena ini adalah daerah yang membahayakan bagi keselamatan TNI seperti yang terjadi di Lebanon Selatan ini," paparnya.

Dia berharap penarikan pasukan perdamaian dari wilayah rentan untuk dikaji oleh pemerintah. Menurutnya hal ini sesuai amanat konstitusi untuk menjaga keselamatan bangsa.

"Kalau tidak ada jaminan keselamatan bagi pasukan misi perdamaian kita yang merupakan pasukan penjaga perdamaian, maka MPR meminta agar pemerintah mempertimbangkan untuk menarik seluruh pasukan yang ada di Lebanon selatan sesuai dengan konstitusi," tandasnya.

x|close