A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

BMKG Akhiri Peringatan Tsunami, Tim SAR Bergerak ke Wilayah Terdampak - Ntvnews.id

BMKG Akhiri Peringatan Tsunami, Tim SAR Bergerak ke Wilayah Terdampak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Apr 2026, 13:42
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Reruntuhan bangunan Gereja Kalvari akibat guncangan gempa bumi magnitudo 7,6 di Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara, Kamis 2 April 2026. ANTARA/Abdul Fatah/aa. Reruntuhan bangunan Gereja Kalvari akibat guncangan gempa bumi magnitudo 7,6 di Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara, Kamis 2 April 2026. ANTARA/Abdul Fatah/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan bahwa pengakhiran peringatan dini tsunami menjadi dasar bagi tim SAR gabungan untuk mulai memasuki wilayah terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,6 yang terjadi di Maluku Utara dan Sulawesi Utara, Kamis, 2 April 2026.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam konferensi pers di Jakarta menjelaskan bahwa status peringatan dini tsunami resmi dihentikan pada pukul 09.56 WIB setelah melalui proses pemantauan intensif.

Dengan berakhirnya peringatan tersebut, tim SAR, BPBD, serta tim asesmen kini dapat mulai masuk ke lokasi terdampak untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: BMKG: 7 Wilayah di Maluku Utara dan Sulawesi Utara Siaga Tsunami Usai Gempa Magnitudo 7,6

BMKG melakukan pemantauan muka air laut (tide gauge) secara bertahap sebanyak tiga kali, yakni sekitar 59 menit, 1 jam 38 menit, dan 3 jam 45 menit setelah gempa terjadi, sesuai dengan prosedur operasional standar.

"Hasil pemantauan tersebut menjadi dasar dalam pengambilan keputusan hingga akhirnya peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir," kata dia.

BMKG juga menyampaikan apresiasi terhadap sinergi lintas lembaga dalam penanganan dampak gempa, termasuk bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, serta Badan Informasi Geospasial.

Selain itu, peran media massa dinilai penting dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat guna menghindari kesalahpahaman.

Baca Juga: BMKG Prediksi Kemarau Sumsel Mulai Mei 2026, Puncak Juli–Agustus

Teuku juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada serta mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun instansi terkait di daerah.

"Peningkatan mitigasi bencana penting, termasuk pembangunan infrastruktur tahan gempa dan kewaspadaan di wilayah rawan tsunami," ujarnya.

Gempa bumi bermagnitudo 7,6 tersebut mengguncang wilayah barat daya Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, dan dirasakan di sejumlah daerah seperti Ternate, Manado, hingga Gorontalo dengan tingkat intensitas yang bervariasi.

BMKG mencatat bahwa gelombang tsunami sempat terdeteksi di beberapa wilayah pesisir, di antaranya Halmahera Barat setinggi 0,30 meter, Bitung 0,20 meter, serta Minahasa Utara mencapai 0,75 meter.

(Sumber: Antara)

x|close