Trump Ancam Hancurkan Iran dalam Satu Malam

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Apr 2026, 12:16
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan keterangan kepada wartawan di halaman Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (15/7/2025). (ANTARA/Xinhua/Hu Yousong) Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan keterangan kepada wartawan di halaman Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (15/7/2025). (ANTARA/Xinhua/Hu Yousong) (Antara)

Ntvnews.id, 

WashingtonPresiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Iran bahwa militer AS memiliki kemampuan untuk menghancurkan negara tersebut dalam waktu singkat, bahkan hanya dalam satu malam.

Ia juga menyebut kemungkinan tindakan itu dapat terjadi paling cepat pada Senin 6 April 2026.

"Seluruh negara (Iran) dapat dihancurkan dalam satu malam, dan malam itu mungkin besok malam," kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, Senin 6 April 2026.

Sebelumnya, pada 30 Maret, Trump juga menyampaikan bahwa Washington akan "meledakkan dan melenyapkan sepenuhnya" seluruh infrastruktur penting Iran, termasuk pembangkit listrik, sumur minyak, Pulau Kharg, serta fasilitas desalinasi, jika kesepakatan damai tidak tercapai dan Selat Hormuz tidak dibuka kembali.

Baca Juga: IRGC: Selat Hormuz Tak Akan Kembali Normal bagi AS dan Israel

Pernyataan tersebut kembali ditegaskan pada Minggu 5 April 2026. Trump mengancam akan melaksanakan operasi militer pada 7 April apabila Iran tidak membuka kembali jalur perairan strategis tersebut.

Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menyatakan bahwa Teheran telah menyiapkan tanggapan terhadap usulan para mediator terkait gencatan senjata dengan Amerika Serikat.

Sebelumnya, Trump menyebut bahwa Washington dan Teheran telah melakukan pembicaraan yang produktif.

Namun, Kementerian Luar Negeri Iran membantah adanya dialog langsung dan menegaskan bahwa pihaknya hanya menerima pesan melalui perantara terkait keinginan AS untuk memulai dialog guna mengakhiri konflik.

Baca Juga: Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara

Konflik ini bermula pada 28 Februari 2026 ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran yang menyebabkan korban sipil serta menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Serangan tersebut kemudian dibalas Iran dengan menargetkan wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Selain itu, Iran juga mengambil alih kendali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia yang dilintasi sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas global.

(Sumber: Antara)

x|close