Ntvnews.id, Tangerang - PT Angkasa Pura Indonesia menargetkan proses perbaikan atap dan plafon yang rusak di Lounge Gate 7 Terminal 3 Keberangkatan Bandara Internasional Soekarno-Hatta selesai dalam waktu dua hari. Kerusakan tersebut terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, menjelaskan bahwa area terdampak saat ini telah dilokalisasi untuk mempercepat proses perbaikan dan memastikan keamanan.
"Proses perbaikan atap dan plafon Terminal 3 yang ambruk membutuhkan waktu selama dua hari. Jadi area tersebut saat ini sudah kami lokalisasi untuk dibetulkan agar bisa digunakan kembali seperti semula," ujar Yudistiawan di Tangerang, Selasa.
Ia menegaskan bahwa insiden tersebut tidak berdampak pada kualitas layanan bandara. Selain itu, tidak ada laporan korban baik luka maupun jiwa akibat kejadian tersebut.
"Sementara untuk kerugian belum dapat ditaksir lantaran proses perbaikan masih berlangsung," tuturnya.
Lebih lanjut, ia memastikan fasilitas utama bandara seperti runway, taxiway, dan apron tetap dalam kondisi aman dan beroperasi normal.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Picu Pengalihan Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta
"Keselamatan dan keamanan penumpang serta penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Hal ini tentunya dalam setiap pengambilan keputusan operasional," ungkapnya.
Menurutnya, kondisi operasional di Bandara Soekarno-Hatta tetap berjalan lancar tanpa gangguan berarti.
"Setelah ada kejadian itu kami melakukan lokalisasi area, pembersihan dan perapian," kata dia.
Sementara itu, General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, maskapai, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan operasional penerbangan tetap aman dan terkendali di tengah kondisi cuaca yang kurang kondusif.
Ia juga menambahkan bahwa pengawasan terhadap fasilitas bandara dilakukan selama 24 jam guna mengantisipasi potensi gangguan. Area yang dinilai berisiko akan segera disterilisasi demi keselamatan penumpang dan pekerja.
"Sebagai langkah antisipasi, pengguna jasa bandara diimbau untuk selalu memantau perkembangan informasi jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai maupun layar informasi di bandara, serta datang lebih awal guna mengantisipasi kemungkinan adanya penyesuaian jadwal akibat kondisi cuaca," kata dia.
Baca Juga: Ngeri! Mobil Keluarga Tabrak Tiang Sampai Terbelah di Bandara Soekarno Hatta
Sebelumnya, insiden ambruknya plafon terjadi di Gate 7 Terminal 3 akibat hujan dengan intensitas tinggi. Dalam video yang direkam penumpang pada Senin, 6 April 2026, terlihat air bocor dari atap yang semakin deras hingga akhirnya plafon jebol dan menimpa area ruang tunggu.
"Kejadian di Gate 7, sekitar pukul 13.40 WIB. Lumayan bayak orang, alhamdulillah masih sempat pada lari," ucap salah satu penumpang tujuan Singapura.
Ia menuturkan bahwa saat kejadian banyak penumpang tengah menunggu proses boarding sebelum akhirnya panik akibat air yang tiba-tiba jatuh dari plafon.
"Barusan, kebetulan mau boarding ke Singapore pas nunggu di Gate 7," kata dia.
(Sumber: Antara)
Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan (ANTARA/Azmi Samsul M) (Antara)