Zelensky Tuduh Rusia Sengaja Serang Fasilitas Nuklir Dekat Chernobyl

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jun 2026, 08:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Arsip foto - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. (ANTARA)

Ntvnews.id, Kyiv - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Rusia secara sengaja melancarkan serangan terhadap fasilitas penyimpanan bahan bakar nuklir bekas yang berada di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl. Meski demikian, serangan tersebut dilaporkan tidak menyebabkan peningkatan tingkat radiasi di lokasi.

Dilansir dari AFP, Senin, 8 Juni 2026, pernyataan itu disampaikan Zelensky pada Minggu, 7 Juni 2026 menyusul insiden yang menurut Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengakibatkan kerusakan signifikan pada bangunan penerimaan bahan bakar bekas yang berada hanya beberapa meter dari lokasi penyimpanan material nuklir dalam jumlah besar.

Sementara itu, badan energi atom Ukraina, Energoatom, menyatakan bahwa saat serangan terjadi tidak ada bahan bakar nuklir bekas yang disimpan di dalam gedung yang terdampak. Kebakaran yang muncul akibat insiden tersebut juga berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

Hingga kini, Rusia belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan serangan terhadap fasilitas yang berjarak sekitar 15 kilometer dari PLTN Chernobyl, lokasi tragedi nuklir terbesar dalam sejarah dunia pada 1986.

"Fasilitas infrastruktur yang sangat penting dan serangan Rusia yang sangat keji," tulis Zelensky melalui akun X miliknya.

Baca Juga: Volodymyr Zelenskyy Ogah Minta Maaf Usai Bersitegang dengan Donald Trump

Menurut Zelensky, serangan tersebut dilakukan menggunakan drone tempur Shahed yang selama ini kerap digunakan Rusia dalam operasi militernya.

"Hingga saat ini, belum ada pembacaan yang melebihi tingkat radiasi latar normal. Tetapi tentu saja ada peningkatan keberanian Rusia, yang sudah lama melampaui batas," kataya lagi.

IAEA menyatakan timnya segera mendatangi lokasi untuk melakukan inspeksi dan mengevaluasi dampak kerusakan yang ditimbulkan.

Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir <b>(Canva)</b> Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (Canva)

Insiden ini mengingatkan pada peristiwa Februari 2025 ketika sebuah drone Shahed yang disebut berasal dari Rusia merusak struktur pelindung berbentuk lengkungan yang menutupi reaktor Chernobyl yang hancur akibat ledakan dan peleburan inti reaktor pada April 1986.

Rusia selama ini membantah bertanggung jawab atas berbagai serangan terhadap infrastruktur sipil Ukraina, meskipun secara rutin melancarkan serangan menggunakan drone dan rudal ke berbagai wilayah negara tersebut.

Selain itu, Kyiv dan Moskow juga saling melontarkan tuduhan terkait serangan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia di Ukraina tenggara yang saat ini berada di bawah kendali Rusia dan merupakan fasilitas nuklir terbesar di Eropa.

x|close