Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan agar negaranya mengambil alih pungutan biaya bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, alih-alih Iran yang menerapkannya. Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Senin saat menanggapi kemungkinan Teheran memberlakukan tarif transit di jalur pelayaran strategis tersebut.
"Bagaimana kalau kita saja yang memungut biaya lintasnya? ... Saya pikir kita saja yang melakukannya daripada mereka," kata Trump merespons pertanyaan wartawan tentang kemungkinan Iran menetapkan tarif kepada kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz.
Baca Juga: Trump Klaim Punya Rencana Rahasia Akhiri Konflik Iran
"Kami punya konsepnya di mana kami yang memungut biaya," ucap Presiden AS, menambahkan.
Sebelumnya, anggota komisi keamanan nasional dan politik luar negeri Parlemen Iran, Alaeddin Boroujerdi, menyampaikan rencana negaranya untuk menetapkan aturan pelayaran baru di Selat Hormuz. Dalam skema tersebut, Iran akan menjamin keamanan pelayaran namun tetap memberlakukan biaya transit bagi kapal yang melintas, serta mewajibkan izin dari otoritas Iran.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa di kalangan warga sipil.
Baca Juga: Trump: Pembukaan Selat Hormuz Jadi Prioritas Utama AS
Sebagai respons, Iran melakukan serangan balasan yang menyasar wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara Timur Tengah, termasuk Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. Situasi ini berdampak besar terhadap jalur perdagangan global.
Akibat eskalasi konflik tersebut, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distribusi minyak dan LPG dunia sempat terhenti total. Kondisi ini memicu kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara karena terganggunya pasokan energi global.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)