Laporan Intelijen Klaim Mojtaba Khamenei Dalam Kondisi Kritis di Qom

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Apr 2026, 15:15
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Foto yang dirilis ini, diambil di Teheran pada 30 Oktober 2024, menunjukkan Mojtaba Khamenei, putra dari pemimpin tertinggi Iran yang telah terbunuh, Ayatollah Ali Khamenei. (Kantor Pemimpin Tertinggi / AFP) Foto yang dirilis ini, diambil di Teheran pada 30 Oktober 2024, menunjukkan Mojtaba Khamenei, putra dari pemimpin tertinggi Iran yang telah terbunuh, Ayatollah Ali Khamenei. (Kantor Pemimpin Tertinggi / AFP) (Times of Israel)

Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah laporan yang dikutip oleh media The Times menyebutkan bahwa Mojtaba Khamenei dilaporkan tengah menjalani perawatan medis di Qom dengan kondisi serius, sehingga disebut tidak mampu menjalankan peran dalam pemerintahan Iran.

Menurut laporan tersebut, yang mengacu pada penilaian intelijen gabungan Amerika Serikat dan Israel, kondisi Mojtaba Khamenei digambarkan sangat kritis.

“Mojtaba Khamenei sedang dirawat di Qom dalam kondisi kritis, tidak mampu terlibat dalam pengambilan keputusan apa pun oleh rezim,” demikian bunyi memo diplomatik yang berdasarkan intelijen AS-Israel dan dibagikan kepada sekutu-sekutu mereka di Teluk, dikutip dari Times of Israel, Selasa, 7 April 2026.

Baca Juga: Trump Ancam Hancurkan Iran dalam Satu Malam

Laporan ini juga disebut sebagai salah satu yang pertama mengungkap secara terbuka lokasi Mojtaba sejak awal konflik yang dimulai pada 28 Februari 2026, ketika ia diduga mengalami luka akibat serangan awal. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran terkait kondisi maupun keberadaannya.

Selain itu, dokumen yang sama juga memuat klaim mengenai persiapan pemakaman Ali Khamenei di Qom, dengan menyebut bahwa pemimpin tertinggi Iran tersebut tewas dalam serangan pembuka. Klaim ini juga belum dikonfirmasi oleh otoritas resmi Iran maupun sumber independen yang dapat diverifikasi.

Baca Juga: Trump Klaim Punya Rencana Rahasia Akhiri Konflik Iran

Situasi ini menunjukkan meningkatnya ketegangan informasi di tengah konflik kawasan, di mana berbagai laporan berbasis intelijen beredar namun belum seluruhnya dapat dipastikan kebenarannya. Pengamat menilai penting bagi publik untuk menunggu konfirmasi resmi sebelum menarik kesimpulan.

x|close