50 Persen Jamaah Haji RI Pakai Skema Murur untuk Kurangi Kepadatan Saat Puncak Haji

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Apr 2026, 18:10
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Ilustrasi: Petugas Penyelenggara Ibadah Haji membantu calon jamaah haji Indonesia yang berkursi roda menuju hotel transit peserta safari wukuf khusus lansia di Hotel Asila Al-Andalus di Makkah, Arab Saudi, Selasa (3/6/2025). ANTARA FOTO/Andika Wahyu/ Ilustrasi: Petugas Penyelenggara Ibadah Haji membantu calon jamaah haji Indonesia yang berkursi roda menuju hotel transit peserta safari wukuf khusus lansia di Hotel Asila Al-Andalus di Makkah, Arab Saudi, Selasa (3/6/2025). ANTARA FOTO/Andika Wahyu/ (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa sekitar setengah dari total jamaah calon haji Indonesia akan mengikuti Skema Murur sebagai upaya strategis mengurangi kepadatan saat puncak ibadah haji.

Menurut Irfan, kebijakan tersebut dirancang untuk mengatasi lonjakan mobilitas jamaah di Muzdalifah yang selama ini menjadi titik paling rawan dalam pelaksanaan haji.

“Jamaah Murur akan diambil dari setiap kloter dengan jumlah jamaah Murur sebanyak 100.930 orang atau sekitar 50 persen dari total kuota jamaah haji reguler,” ujar Menhaj Irfan saat Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Rabu.

Baca Juga: KPK Periksa 7 Saksi dari Biro Haji dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Ia menjelaskan bahwa Murur merupakan metode pergerakan jamaah dari Arafah menuju Mina dengan melintasi Muzdalifah tanpa turun dari kendaraan. Skema ini merupakan bentuk keringanan (rukhsah) yang diberikan demi menjaga keselamatan jamaah di tengah kondisi kepadatan ekstrem.

Selain itu, pemerintah juga menerapkan Program Tanazul di Mina. Program ini memungkinkan jamaah tidak bermalam di tenda Mina, melainkan kembali ke hotel di Makkah. Kebijakan ini akan diikuti oleh 76.412 jamaah dari 196 kloter, terutama yang bermukim di kawasan Syisyah, Raudhah, dan Aziziyah.

Irfan menegaskan bahwa kedua kebijakan tersebut merupakan bagian dari transformasi layanan haji yang kini tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan ibadah, tetapi juga menitikberatkan pada aspek keselamatan dan manajemen risiko.

“Kebijakan ini merupakan perwujudan dari prinsip menjaga keselamatan jiwa serta implementasi nyata dari konsep kemudahan atau rukhsah keringanan dalam menghadapi tantangan kepadatan yang ekstrem,” kata Menhaj.

Baca Juga: Harga Avtur Mahal Bikin Biaya Haji Melonjak

Dalam pelaksanaannya, Skema Murur akan didukung armada bus khusus dari masing-masing markaz dengan pengawalan petugas. Proses keberangkatan jamaah dilakukan secara bertahap mulai pukul 19.00 waktu Arab Saudi untuk zona 3 dan 4, kemudian dilanjutkan zona 5 menjelang tengah malam.

Sementara itu, Satuan Tugas (Satgas) Muzdalifah dan Mina akan mengawal kelancaran pergerakan jamaah hingga tiba di lokasi tujuan masing-masing, guna memastikan tidak terjadi penumpukan di titik-titik rawan selama fase puncak haji.

(Sumber: Antara)

x|close