A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Pemerintah Pastikan Harga Kedelai Terkendali, Importir Diminta Patuhi HAP - Ntvnews.id

Pemerintah Pastikan Harga Kedelai Terkendali, Importir Diminta Patuhi HAP

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Apr 2026, 23:00
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Dokumentasi Kedelai. Dokumentasi Kedelai. (Badan Pangan Nasional)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah terus memantau pergerakan harga kedelai di dalam negeri guna memastikan stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga, khususnya bagi pengrajin tahu dan tempe. Dari hasil pemantauan, harga kedelai impor yang beredar di pasar masih berada dalam kisaran Harga Acuan Penjualan (HAP) yang telah ditetapkan pemerintah.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menyampaikan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan para importir untuk mengendalikan harga.

"Kami intensif berkoordinasi dengan teman-teman importir. Bagaimana kondisinya saat ini, artinya naiknya tapi masih tidak terlalu signifikan dan dalam kategori sangat wajar. Namun demikian, secara ketentuan harga saat ini masih sesuai dengan harga acuan yang kita tetapkan," terang Ketut di Jakarta pada Selasa, 14 April 2026.

Berdasarkan data Bapanas per 13 April yang dihimpun dari Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia, harga kedelai di DKI Jakarta berkisar antara Rp10.500 hingga Rp11.000 per kilogram. Secara rata-rata, harga di wilayah Jawa tercatat Rp10.555 per kg, sementara di Sumatera mencapai Rp11.450 per kg, Sulawesi Rp11.113 per kg, Bali-NTB Rp10.550 per kg, dan Kalimantan Rp10.908 per kg.

Ketut menegaskan bahwa harga tersebut masih dalam batas wajar sesuai ketentuan.

"Harga kedelai paling rendah itu Rp 10.500 sampai Rp 11.000 di Jakarta. Itu harga di tingkat pengrajin tahu tempe. Memang ada yang Rp 12.000, itu di Aceh dan Sumut. Namun sebenarnya kondisi harga kedelai di pengrajin tahu tempe ini masih sesuai dengan harga acuan yang kita tetapkan," ujarnya.

Baca Juga: BULOG dan BAPANAS Dapat Apresiasi Mendagri atas Peran Strategis Stabilisasi Harga di Wilayah Terdampak Bencana

Ketentuan HAP sendiri telah diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024, dengan batas maksimal Rp11.400 per kg untuk kedelai lokal dan Rp12.000 per kg untuk kedelai impor di tingkat pengrajin, dengan asumsi harga di importir sebesar Rp11.500 per kg. Pemerintah pun menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku usaha yang melanggar ketentuan tersebut.

"Kami sudah memastikan ke importir untuk menjaga agar harga acuan dipastikan diberlakukan. Jangan sampai menaikkan melebihi harga acuan. Kami perintahkan, kami minta, dan ini juga memang amanat dari Bapak Menteri Pertanian sekaligus Bapak Kepala Bapanas," kata Ketut lagi.

Ia menambahkan bahwa sanksi tegas siap diberlakukan jika terjadi pelanggaran.

"Bapak Kepala Bapanas sangat tegas. Jadi kalau ada yang melebihi ketidakwajaran, kami bisa mencabut izin distributor, menahan izin importir. Sekali lagi, arahan Bapak Kepala Bapanas, kasih rambu-rambu bagi importir dan distributor sehingga tidak serta-merta menaikkan. Keuntungannya jangan berlebihan sehingga kewajaran perlu dijaga," tambah dia.

Ketut juga menekankan pentingnya menjaga harga di tingkat pengrajin agar tidak melampaui batas HAP.

"Nah sekarang yang kita harus jagain adalah harga acuan di tingkat pengrajin itu Rp 12.000 per kilogram. Ini harus kita jaga dan jangan dilewati. Tatkala melewati Rp 12.000, maka pemerintah akan melakukan intervensi. Sekali lagi, kita jaga bareng. Harga saat ini sebagian besar masih bawah Rp 12.000," pungkas Ketut.

Baca Juga: Bapanas Jelaskan Harga Kedelai Rp20 Ribu Bukan dari Distributor Resmi

Sebagai bagian dari upaya stabilisasi, Bapanas bersama mitra daerah telah menjalankan program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) sepanjang 2025 dengan total penyaluran kedelai mencapai 120.800 kilogram. Program ini membantu menekan biaya distribusi sehingga harga kedelai tetap terjangkau bagi pelaku usaha.

Di sisi lain, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengingatkan importir agar tidak mengambil keuntungan berlebihan.

“Terkait kedelai, kami sudah minta teman-teman importir, jangan mengambil keuntungan besar. Naik bolehlah naik tetapi jangan sampai itu menekan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Kapan lagi kita mau berbuat baik pada bangsa. Ini kesempatan emas untuk berbuat baik pada negara kita yang kita cinta,” tegas Mentan.

Berdasarkan proyeksi Neraca Pangan 2026, produksi kedelai dalam negeri diperkirakan mencapai 277,5 ribu ton, sementara kebutuhan konsumsi mencapai 2,74 juta ton per tahun, yang sebagian besar digunakan untuk industri tahu dan tempe nasional.

x|close