Ntvnews.id, Taheran - Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa blokade angkatan laut oleh Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata. Selain itu, langkah tersebut juga dinilai sebagai tindakan ilegal dan bersifat kriminal.
"Apa yang disebut 'blokade' Amerika Serikat terhadap pelabuhan atau garis pantai Iran bukan hanya pelanggaran gencatan senjata yang dimediasi Pakistan tetapi juga melanggar hukum dan kriminal," kata juru bicara kementerian luar negeri Esmaeil Baqaei dalam sebuah unggahan di X dilansir dari AFP, Senin, 20 April 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah tudingan Presiden AS Donald Trump yang menuduh Iran melanggar gencatan senjata dengan menyerang kapal-kapal di perairan strategis.
"Selain itu, dengan sengaja memberikan hukuman kolektif kepada penduduk Iran, hal itu sama dengan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan," tambah Baqaei.
Sebelumnya, Trump menyampaikan bahwa delegasi AS akan bertolak ke Islamabad, Pakistan, untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran. Ia juga menuding Teheran melanggar kesepakatan gencatan senjata di Selat Hormuz.
Baca Juga: Infografik: Iran Tutup Kembali Selat Hormuz, Ketegangan Energi Global Meningkat
"Iran memutuskan untuk menembakkan peluru kemarin di Selat Hormuz-pelanggaran total terhadap perjanjian gencatan senjata kita! Banyak di antaranya ditujukan ke kapal Prancis, dan kapal kargo dari Inggris. Itu tidak menyenangkan, bukan? Perwakilan saya akan pergi ke Islamabad, Pakistan-mereka akan berada di sana besok malam, untuk negosiasi," kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.
Dalam wawancara dengan New York Post, Trump juga menyebut utusan khusus Steve Witkoff akan menuju Pakistan, serta menantunya Jared Kushner turut dilibatkan dalam proses tersebut.
Arsip foto - Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 menunjukkan kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi oleh kapal cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Xinhua/HO-ISNA/Morteza Akhoundi/aa (Antara)
Trump kemudian mengklaim bahwa langkah Iran di sekitar jalur pelayaran tersebut justru merugikan diri sendiri. Ia menyinggung penutupan Selat Hormuz yang menurutnya berdampak pada kerugian besar bagi Iran.
"Iran baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka menutup selat, yang aneh, karena blokade kita telah menutupnya. Mereka membantu kita tanpa menyadarinya, dan merekalah yang dirugikan dengan penutupan jalur tersebut, 500 juta dolar per hari! Amerika Serikat tidak kehilangan apa pun."
Ia juga menambahkan bahwa arus pengiriman global mulai bergeser akibat situasi tersebut. "Faktanya, banyak kapal saat ini menuju AS, Texas, Louisiana, dan Alaska, untuk memuat barang, atas bantuan IRGC, yang selalu ingin menjadi 'si jagoan!'"
Kapal-kapal berlayar di Selat Hormuz. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)