Ini Lirik Lagu Erika yang Diciptakan Mahasiswa ITB, Dinilai Lecehkan Perempuan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Apr 2026, 10:27
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi - Satu dari tujuh bangunan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Bandung sebagai cagar budaya di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat. Ilustrasi - Satu dari tujuh bangunan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Bandung sebagai cagar budaya di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kasus dugaan kekerasan seksual verbal kembali mencuat di lingkungan perguruan tinggi. Kali ini, sorotan publik mengarah pada Institut Teknologi Bandung (ITB) setelah beredarnya potongan lirik lagu berjudul “Erika” yang dinilai vulgar dan melecehkan perempuan.

Perbincangan memanas di media sosial bermula dari unggahan akun Instagram @roadtoptn yang menampilkan suasana sebuah kegiatan kemahasiswaan. Dalam dokumentasi tersebut, lagu “Erika” dinyanyikan secara bersama-sama. Liriknya ditampilkan melalui layar proyektor, sementara para mahasiswa yang hadir tampak bersorak dan menikmati lagu tersebut.

Situasi ini kemudian memunculkan kritik tajam. Banyak pihak menilai fenomena tersebut bertolak belakang dengan citra kampus sebagai ruang intelektual yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kesetaraan. Lagu dengan muatan yang dianggap merendahkan perempuan justru dinyanyikan secara terbuka dalam forum mahasiswa.

Baca Juga: Perry Warjiyo: Bauran Kebijakan Indonesia Tetap “On Track” di Tengah Gejolak Global

Kontroversi semakin meluas setelah diketahui bahwa lagu “Erika” tidak hanya beredar secara internal. Berdasarkan temuan yang beredar, lagu tersebut juga tersedia di platform streaming musik seperti Spotify. Lagu berdurasi sekitar 3 menit 28 detik itu dikreditkan kepada unit OSD HMT-ITB dan memuat lirik eksplisit.

Keberadaan lagu ini di platform publik memicu kekecewaan yang lebih besar. Sejumlah pihak menilai, distribusi lagu dengan konten yang mengandung unsur objektifikasi seksual menunjukkan lemahnya sensitivitas terhadap isu gender. Selain itu, muncul anggapan bahwa praktik seksisme dalam tradisi tertentu di lingkungan kampus telah dianggap sebagai hal yang wajar hingga layak dipublikasikan secara luas.

Di tengah kritik yang terus mengalir, terungkap bahwa lagu “Erika” bukanlah karya baru. Lagu ini disebut telah ada sejak tahun 1979 dan menjadi bagian dari tradisi di Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) ITB. Lagu tersebut merupakan karya dari unit musik OSD (Orkes Semi Dangdut) yang berada di bawah naungan himpunan tersebut.

Baca Juga: Clara Shinta Alami Guncangan Jiwa Usai Temui Bukti VCS Suami

Pada masanya, lagu ini diposisikan sebagai hiburan satir dan dinyanyikan dalam lingkup internal organisasi. Tradisi ini kemudian diwariskan dari generasi ke generasi selama puluhan tahun. Namun, dalam konteks saat ini, muatan lagu tersebut dinilai tidak lagi relevan dan justru mencerminkan normalisasi terhadap objektifikasi perempuan.

Berikut lirik lengkap lagu “Erika” yang menjadi sorotan:

Pengalaman tak terlupa, waktu aku mahasiswa
Kecantol di Surabaya, janda muda nama Erika
Erika buka celana, diam-diam main gila
Sambil bawa botol Fanta, siapa mau boleh coba

Oh... goyang Erika luar biasa
Oh... lebar pinggulnya hampir sedepa
Bila disenggolnya celana pasti terbuka
Walau sudah janda sempitnya masih terasa

Pagi-pagi Erika mandi, lenggak-lenggok di pinggir kali
Kagetku setengah mati, lihat barang kayak serabi

Oh... goyang Erika luar biasa
Oh... lebar pinggulnya hampir sedepa
Bila disenggolnya celana pasti terbuka
Walau sudah janda sempitnya masih terasa

Oh... goyang Erika luar biasa
Oh... lebar pinggulnya hampir sedepa
Bila disenggolnya celana pasti terbuka
Walau sudah janda sempitnya masih terasa

Oh... goyang Erika luar biasa
Oh... lebar pinggulnya hampir sedepa
Bila disenggolnya celana pasti terbuka
Walau sudah janda sempitnya masih terasa

Ha ha ha ha ... ha hi hi hi hi ... hi anunya kegedean
Ha ha ha ha ... ha hi hi hi hi ... hi itunya kesempitan
Ha ha ha ha ... ha hi hi hi hi ... hi anunya kegedean
Ha ha ha ha ... ha hi hi hi hi ... hi itunya kesempitan

Baca Juga: YouTube Uji Coba Fitur “Auto Speed” dan “On-the-go” untuk Pengguna Premium

Munculnya kembali lagu ini di ruang publik memicu tuntutan agar pihak kampus melakukan evaluasi menyeluruh. Banyak pihak berharap Institut Teknologi Bandung mengambil langkah tegas dengan mengacu pada Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan perguruan tinggi.

Selain itu, tradisi dan aktivitas organisasi mahasiswa juga dinilai perlu ditinjau ulang. Tujuannya agar tidak ada lagi ruang bagi konten yang merendahkan martabat perempuan, sekalipun dikemas dalam bentuk hiburan.

x|close