Ntvnews.id, Paris - Seorang tentara Prancis tewas dan tiga lainnya mengalami luka-luka saat menjalankan misi penjaga perdamaian UNIFIL di Lebanon selatan. Insiden terjadi ketika pasukan tengah melakukan operasi “pembersihan jalan” di wilayah tersebut.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam keras serangan tersebut.
"Mengutuk serangan yang tidak dapat diterima," kata kantor Macron dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Reuters, Senin, 20 April 2026.
Pernyataan itu disampaikan Macron saat melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Nawaf Salam.
Selain satu korban tewas, tiga personel UNIFIL lainnya dilaporkan terluka, dengan dua di antaranya dalam kondisi serius.
UNIFIL menyebut hasil kajian awal menunjukkan tembakan berasal dari aktor non-negara yang diduga terkait dengan kelompok Hizbullah. Temuan awal juga menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan "serangan yang disengaja."
Baca Juga: Usai Lawatan ke Rusia dan Prancis, Prabowo Bertemu Dasco di Istana, Bahas Apa?
Macron menambahkan bahwa indikasi yang ada mengarah pada kelompok bersenjata yang didukung Iran dan mendesak otoritas Lebanon untuk segera mengambil tindakan terhadap pihak yang bertanggung jawab.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres turut mengutuk serangan tersebut dan meminta semua pihak untuk "menghormati penghentian permusuhan dan gencatan senjata."
Di sisi lain, Hizbullah membantah keterlibatan dalam insiden ini dan menyatakan keberatannya atas tuduhan yang dinilai terburu-buru tanpa dasar.
Arsip - Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), 20 Oktober 2025. (ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu/pri.) (Antara)
Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Catherine Vautrin menjelaskan bahwa patroli tersebut diserang saat menjalankan misi membuka akses menuju pos UNIFIL yang terisolasi akibat pertempuran di kawasan tersebut.
UNIFIL mengonfirmasi bahwa korban tewas akibat tembakan langsung senjata ringan dalam insiden yang terjadi di desa Ghandouriyeh, Lebanon selatan.
Baca Juga: Klasemen Liga Prancis: PSG di puncak, Verdonk cs di Peringkat Ketiga
Pihak militer Lebanon mengecam kejadian ini dan menyatakan telah membuka penyelidikan. Presiden Aoun juga menyampaikan belasungkawa serta memerintahkan investigasi segera, sementara Perdana Menteri Salam turut mengutuk serangan tersebut.
UNIFIL sendiri telah dikerahkan sejak tahun 1978 dan tetap bertugas di Lebanon dalam berbagai konflik, termasuk perang pada 2024, di mana posisi mereka kerap menjadi sasaran serangan.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengadakan konferensi pers setelah KTT Uni Eropa (UE) di Brussels, Belgia pada 19 Maret 2026. ANTARA/Dursun Aydemir/Anadolu/pri. (Antara)