Ntvnews.id, Jeddah - Kota Jeddah dan Makkah dilaporkan mengalami badai debu yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Fenomena ini terjadi sejak Kamis, 16 April 2026, dengan kondisi angin panas yang membawa debu terus menyelimuti wilayah tersebut.
National Center for Meteorology sebelumnya telah mengeluarkan peringatan terkait potensi angin kencang yang disertai badai debu dan pasir di sejumlah wilayah, termasuk Provinsi Mekah, Madinah, Tabuk, serta Jazan.
Cuaca ekstrem ini dipicu oleh pergerakan massa udara kering yang mengangkut partikel debu dalam jumlah besar, sehingga menyebabkan jarak pandang di berbagai area terdampak menjadi terbatas.
Baca Juga: Jemaah Umrah Asal Makassar Meninggal di Bandara Jeddah Gegara Pesawat Delay 2 Hari
Di tengah kondisi tersebut, para jemaah haji yang akan tiba di Arab Saudi diimbau untuk mempersiapkan perlindungan diri, seperti masker dan kacamata hitam. Langkah ini dinilai penting mengingat negara tersebut kini memasuki musim panas dengan suhu kering rata-rata mencapai 37 derajat Celsius.
Perpaduan antara badai debu dan suhu tinggi membuat para jemaah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan pernapasan serta kecukupan cairan selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Jamaah calon haji dari berbagai negara melakukan Tawaf di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi. (Antara)