Ntvnews.id
Kepala Seksi Konsumsi Daerah Kerja (Daker) Madinah, Beny Darmawan, memastikan bahwa makanan yang disediakan memiliki cita rasa khas Indonesia, sehingga jamaah tidak perlu khawatir selama menjalani ibadah di Madinah yang berlangsung sekitar sembilan hari.
“Seluruhnya sudah diseleksi oleh Kemenhaj Republik Indonesia,” ujar Beny dalam keterangannya di Jakarta, Senin 20 April 2026.
Selama berada di Madinah, jamaah haji Indonesia akan memperoleh total 27 kali makan, dengan frekuensi tiga kali sehari yang disesuaikan dengan kebiasaan makan masyarakat Indonesia, yakni pagi, siang, dan menjelang malam.
Beny menjelaskan bahwa seluruh bumbu yang digunakan dalam proses memasak didatangkan langsung dari Indonesia dalam bentuk pasta atau racikan siap pakai.
Baca Juga: Badai Debu Terjang Jeddah dan Mekkah Selama Tiga Hari, Jemaah Haji Diminta Waspada
Penggunaan bumbu dalam bentuk pasta dinilai lebih efisien dalam hal distribusi maupun proses produksi dibandingkan dengan bahan mentah.
Selain bahan masakan, tenaga juru masak juga menjadi syarat penting bagi dapur yang bekerja sama dengan Kementerian Haji RI. Setiap dapur diwajibkan memiliki minimal dua koki utama serta empat asisten yang berasal dari Indonesia.
“Itu menjadi kewajiban dan alhamdulillah mampu dipenuhi oleh seluruh dapur yang sudah diseleksi Kemenhaj,” kata dia.
Untuk jamaah calon haji lanjut usia (lansia), menu makanan juga akan disesuaikan agar tetap memenuhi kebutuhan gizi sekaligus memudahkan dalam konsumsi.
“Kalau untuk lansia ini sesuai kontrak yang sudah dibuat, jamaah bisa minta menu. Sebenarnya menu sama, tapi biasanya nasi buat bubur atau lebih lunak agar bisa lebih dicerna,” kata dia.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, jamaah haji Indonesia diharapkan tidak perlu mengkhawatirkan kualitas makanan. Seluruh hidangan yang disajikan telah melalui proses pengawasan ketat dari petugas sebelum diberikan kepada jamaah.
Baca Juga: Menhub Pastikan Terminal 2F Bandara Soetta Siap Layani Jemaah Haji 2026
Proses pengecekan sampel makanan dilakukan di tiga titik, yakni kantor Daker Madinah, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), serta sektor tempat jamaah menginap.
“Pengawasan terakhir nanti ada petugas konsumsi di hotel yang memeriksa makanannya. Pengawasan juga sudah dilakukan di kantor Daker dan KKHI,” katanya.
(Sumber: Antara)
Persiapan dapur di Madinah dalam menyambut jamaah calon haji Indonesia, Senin (20/4/2026). ANTARA/HO-MCH 2026/am (Antara)