Lebih dari 7 Pekan Wafat, Iran Belum Makamkan Ayatollah Ali Khamenei, Kenapa?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Apr 2026, 08:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Rabu (18/6/2025) mengatakanbahwa negaranya akan terus menanggapi serangan Israel dan tidak akan pernah berunding dengan Israel. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Rabu (18/6/2025) mengatakanbahwa negaranya akan terus menanggapi serangan Israel dan tidak akan pernah berunding dengan Israel. (ANTARA)

Ntvnews.id, Taheran - Pemerintah Iran hingga kini belum juga memakamkan mantan pemimpin tertinggi mereka, Ali Khamenei, meski telah lebih dari tujuh minggu sejak ia wafat akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.

Dilansir dari NDTV, Selasa, 21 April 2026, otoritas Iran masih belum menentukan lokasi pemakaman bagi Khamenei.

Situasi ini mencerminkan bahwa pemerintahan di Teheran yang kini dipimpin oleh putranya, Mojtaba Khamenei, tengah disibukkan oleh upaya menghadapi ancaman besar dari kekuatan militer AS dan Israel.

Seorang analis keamanan menilai para pejabat Iran saat ini "terlalu takut" untuk menggelar prosesi pemakaman besar dan megah di tengah konflik yang masih berlangsung.

Sebagai perbandingan, pada 1989 Iran mengadakan upacara pemakaman besar selama beberapa hari untuk Ruhollah Khomeini. Saat itu, jutaan warga memenuhi jalan-jalan Teheran untuk memberikan penghormatan terakhir.

Baca Juga: PSI Kirim 100 Karangan Bunga Duka untuk Ayatullah Ali Khamenei

Namun, kondisi berbeda terjadi saat ini. Perang antara Iran melawan AS dan Israel membuat pemerintah tidak mampu menggelar seremoni serupa.

Analis dari Foundation for Defense of Democracies, Behnam Taleblu, menyebut rezim yang dipimpin Mojtaba berada dalam kondisi tertekan.

"Sederhananya, rezim terlalu takut dan terlalu lemah untuk mengambil risiko," kata Taleblu.

Ia menilai keterlambatan pemakaman ini menunjukkan banyak hal mengenai kondisi internal Iran saat ini.

"Republik Islam suka berbicara besar soal menguasai jalanan, tetapi pemadaman internet selama 50 hari memberitahu Anda semua yang perlu Anda ketahui. Rezim takut akan konsekuensi jika kebenaran terungkap," ujarnya.

Arsip - Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. ANTARA/Xinhua/HO-Kantor Pemimpin Tertinggi Iran/aa. <b>(Antara)</b> Arsip - Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. ANTARA/Xinhua/HO-Kantor Pemimpin Tertinggi Iran/aa. (Antara)

Beberapa faktor disebut menjadi penyebab tertundanya pemakaman, termasuk kekhawatiran akan potensi serangan udara dari Israel serta kemungkinan munculnya aksi protes nasionalis. Selain itu, ketidakhadiran Mojtaba di ruang publik juga menjadi sorotan.

Sejak kematian ayahnya, Mojtaba belum muncul di hadapan publik. Hal ini dinilai menjadi persoalan tersendiri bagi pemerintah jika ingin segera menggelar prosesi pemakaman.

Sebelumnya, kantor berita Fars News Agency melaporkan bahwa Khamenei akan dimakamkan di Mashhad, kota kelahirannya yang berada di dekat perbatasan dengan Turkmenistan dan relatif jauh dari Israel.

Saat itu, pemerintah Iran menyebut prosesi penghormatan terakhir akan berlangsung selama tiga hari dan jadwal pemakaman akan diumumkan kemudian. Namun hingga kini, rencana tersebut belum juga direalisasikan.

x|close