A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Deddy Sitorus Ngamuk ke Wamendagri: KTP Sudah Pakai Chip, Tapi Apa-apa Fotokopi! - Ntvnews.id

Deddy Sitorus Ngamuk ke Wamendagri: KTP Sudah Pakai Chip, Tapi Apa-apa Fotokopi!

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Apr 2026, 23:15
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Deddy Sitorus. (YouTube) Deddy Sitorus. (YouTube)

Ntvnews.id, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI, Deddy Sitorus, marah-marah ke Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto. Ini gara-gara ribetnya birokrasi administrasi di Indonesia.

Antara lain saat mengurus KTP hilang, hingga fotokopi kartu identitas elektronik ini yang dinilai ribet dan tak masuk akal.

Kritik tersebut disampaikan Deddy Sitorus saat rapat Komisi II DPR RI dengan Kementerian Dalam (Kemendagri) pada Senin, 20 April 2026. Ia mulanya menyindir Wamendagri yang tak membalas chat-nya.

“Pak Wamen udah ganti HP yah? Soalnya saya WA nggak masuk-masuk. Hilang namanya dari kontak saya. Mungkin nggak sengaja keblok gitu,” ujar Deddy.

Deddy padahal mengaku ingin berdiskusi dengan Bima Arya terkait birokrasi di Indonesia.

“Ini kan banyak yang harus kita diskusikan. Kita harus merenung sedikitlah. Kapan sih kita belajar,” tuturnya.

Deddy lantas menyindir bahwa Indonesia jago dalam menghamburkan uang. Meskipun ada data yang tersedia, tetap saja saat mengurus harus berbelit.

“Kita kalau urusan menghambur-hamburkan uang tuh juara satu Pak. Untuk data saja, padahal kalau kita pakai single apa namanya. Data,” tuturnya.

Menurut Deddy, KTP bisa digunakan untuk semua hal karena data di dalamnya sudah tersimpan secara digital. “ID card ini. KTP ini, bisa dipakai untuk semua ini,” ucapnya.

Ia mencontohkan, dengan pengumpulan data yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk calon pemilih. “KPU keluarkan uang, untuk data Pemilu. Triliun-triliun nih semua urusannya ini. Lalu BPJS bikin lagi, Kemensos bikin lagi. Semuanya bikin hanya untuk urusan data,” tuturnya.

Deddy menegaskan bahwa hal ini merupakan pemborosan. Sebab, setiap instansi meminta fotokopi KTP untuk dikumpulkan. Padahal semua data sudah terekam dalam chip di KTP.

“Luar biasa ini, pemborosan yang luar biasa kalau menurut saya,” kata dia.

Deddy menyebut, untuk urusan data, Malaysia lebih maju dibandingkan Indonesia. “Entah kapan kita mau selesaikan. Kita harus bilang, kita lebih bodoh dari orang Malaysia kalau urusan ini, karena nggak pernah kelar,” .

Menurut Deddy, untuk menyelesaikan persoalan ini, hanya diperlukan kemauan. Ia mengaku tak memiliki masalah pribadi dengan Bima Arya. “This is nothing personal pak yah. Tapi ini persoalan kita, dan saya kira benar tadi yang disebutkan, ini soal poitical will. Untuk soal data ini, triliunan kita buang tiap tahun. Tiap tahun,” jelas Deddy.

Padahal, kata dia, KTP sudah disisipi chip, tapi praktiknya, masyarakat masih dimintai fotokopi untuk mengurus administrasi. “Juga tadi rumitnya, kita punya KTP udah pakai chip apa-apa, harus pakai fotokopi lagi. Ditanya lagi KK, ditanya lagi surat lahir, ditanya lagi kalau kami surat baptis, mampus kita,” bebernya.

Deddy Sitorus juga menyoal ribetnya mengurus KTP hilang. Padahal data sudah terekam lengkap di sistem, sehingga instansi hanya perlu mencetak setelah mengetahui NIK-nya.

"Dimana pun kita, KTP kita hilang, datang ke kantor kelurahan, sebutkan NIK mu, selesai Pak langsung cetak," tuturnya. Menurutnya, urusan sekecil itu tak perlu diperbesar dan berbelit-belit.

"Kenapa urusan sekecil ini ribetnya minta ampun setelah 80 tahun kita merdeka. Ini bagaimana memudahkan urusan Pak?" tanya Deddy.

Deddy Sitorus menyampaikan keresahannya mengurus KTP hilang yang dimintai banyak syarat padahal hanya butuh nomor ponsel. "Kalau kita sudah punya big data, orang datang ngurus KTP masa dimintai KK lagi, fotokopi KK, lha punya KTP untuk apa? Kan aneh. Surat baptis, surat lahir masih diminta. Wah pusing kita negara kita kayak begini," tandasnya.

x|close