Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup (LH) yang baru dilantik, Mohammad Jumhur Hidayat, menegaskan komitmennya untuk menangani berbagai persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, agar sejalan dengan standar global.
"Pasti banyak hal yang harus dilakukan di depan mata kita, misalnya sampah juga kita secara bertahap nanti akan mengikuti global standar begitu ya. Berbagai perjanjian internasional yang kita kerjakan itu,” kata Jumhur usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin, 27 April 2026.
Ia menyatakan optimistis bahwa dengan dukungan penuh Presiden RI Prabowo Subianto, jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) dapat menjalankan tugas secara optimal serta mencapai target yang telah ditetapkan.
"Doakan dan bantu saya berkampanye untuk memastikan lingkungan hidup menjadi habits di hati kita," kata Jumhur menambahkan.
Menurutnya, upaya menjaga lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga harus menjadi kebiasaan yang melekat pada setiap individu agar dampaknya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Sebelumnya, Jumhur resmi dilantik menggantikan Hanif Faisol Nurofiq dalam upacara di Istana Negara. Ia dikenal sebagai tokoh aktivis buruh yang pernah menjabat sebagai Kepala BNP2TKI periode 2007–2014 serta Ketua Umum KSPSI.
Dalam kesempatan yang sama, sejumlah pejabat lain juga dilantik, antara lain Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia, serta Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
(Sumber: Antara)
Menteri LH/Kepala BPLH yang baru dilantik, Mohammad Jumhur Hidayat menjawab pertanyaan wartawan usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026) ANTARA/Fathur Rochman (Antara)